loader

Pasar 16 Ilir Makin Ramai dan Prokes Terabaikan, Epidemiolog: Sudah Saatnya Perketat Pengawasan Pasar

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Namun sayang, situasi ramai itu membuat protokol kesehatan terbaikan, bukan hanya berdesak-desakan, pengunjung juga banyak yang tidak memakai masker, tidak mencuci tangan dan lainnya.

Kepadatan pebgunjung dapat dilihat mulai dari Jalan Kebumen Darat dan Jalan beringin Janggut yang dekat dengan toko Megaria. Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan mengingat penyebaran COVID-19 dapat terjadi begitu saja karena tidak adanya pencehagan.

Ahli Epidemiolog Universitas Sriwijaya Dr Iche Andriyani Liberty mengatakan, sudah saatnya Pemerintah dan aparat membatasi kapasitas dan mengawasi hingga ke dalam pasar. 

"Kalau sudah berkerumun seperti itu harus diurai. Klaster pasar tradisional potensinya sangat tinggi, maka jangan terulang Tanah Abang jilid di Pasar 16 Ilir. Aparat memang harus turun, kepala daerah pun harus sidak," ujar Iche, Minggu (9/5/2021). 

Iche menyebut, tidak selalu mall dan pusat perbelanjaan saja yang menjadi pusat perhatian namun pasar tradisional yang besar seperti Pasar 16 Ilir. Apalagi Palembang saat ini masih dalam masa PPKM mikro. 

"Menurut saya aparat memang harus turun dan ketika memang sudah melampaui 50 persen kapasitas. Akses sudah ke Pasar 16 Ilir harus ditutup," katanya. 

Hingga kini pengawasan yang dilakukan belum efektif mengingat kerumunan di Pasar 16 Ilir masih tak bisa dihindarkan. Bahkan sejumlah pengunjung nampak tak memakai masker. 

Share