loader

Wati Hanya Pasrah Melihat Rumahnya Sudah Rata dengan Tanah

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dengan cepat api melalap rumah milik Aruna Wati (42) yang terbuat dari bahan kayu. Ia hanya bisa pasrah menatap puing-puing rumahnya yang kini sudah rata akibat dilalap si jago merah. 

Wati mengungkapkan kalau dirinya bersama anak sedang menginap di rumah orang tua di Talang Kelapa. Jadi rumahnya dalam keadaan kosong. Ia mendapatkan kabar setelah ditelpon keluarga yang ada di lokasi. 

"Karena momen lebaran, jadi saya sama anak-anak menginap di rumah orang tua di Talang Kelap. Tahu kebakaran setelah dapat telepon dari keluarga," ujar perempuan yang kerap disapa Wati tersebut

Lantaran tak berada di rumah, Wati sendiri tidak mengetahui bagaimana kebakaran itu bisa terjadi.  Bukan main terkejutnya ia setelah melihat tak ada barang yang bisa diselamatkan dari musibah tersebut. 

"Saya cuma ada baju di badan. Sedangkan yang lainnya hangus, termasuk surat-surat penting," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. 

Rumah itu merupakan milik keluarga besar almarhum suaminya. Sementara suaminya sendiri baru meninggal sekira 6 bulan lalu. 

Sejak saat itu ia seorang diri harus menghidupi kedua anaknya yang masih berusia 11 tahun dan 6 tahun. 

"Ini rumah keluarga besar almarhum suami saya. Dan sejak dia meninggal, jadinya hanya saya dan anak-anak yang tinggal disini," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Wati sehari-hari mencari nafkah dengan menjadi 
penjual sembako keliling. Dengan sepeda motor tuanya, setiap hari ia berkeliling di seputaran kawasan Bukit Palembang untuk menjajakan dagangannya. 

Namun Wati kini tak bisa lagi mencari nafkah sebab kebakaran itu juga menghanguskan seluruh barang dagangannya. 

Padahal ia sangat menggantung hidup dari keuntungan sekira Rp.20-30 ribu perhari dari berjualan yang disebutnya penghasilan itu masih cukup untuk makan bersama kedua anaknya. 

"Saya bingung bagaimana mau cari uang. Bukan cuma rumah, dagangan semuanya hangus. Tapi alhamdulillah motor masih ada, soalnya saya bawa pergi menginap ke rumah orang tua," ucapnya. 

Kini Wati berharap ada uluran tangan pemerintah untuk membantu meringankan musibah yang dihadapinya. 

"Semoga ada yang peduli dan bisa membantu saya," ujarnya singkat. 

Share