loader

Harga Mati Jadikan Tangga Buntung Pilot Project Kampung Bersih Narkoba

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - “Ini tantangan yang sangat berat, terlebih di Palembang belum ada Kampung Bersinar,” kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda usai mengunjungi Kelurahan 36 Ilir Palembang, Selasa (18/5/2021).

Salah satu lorong di kawasan Tangga Buntung yang terkenal dengan peredaran narkoba di Kota Palembang ini, sempat Viral di media sosial (Medsos) usai puluhan bandar ditangkap jajaran kepolisian belum lama ini.

Menurutnya pembebasan peredaran narkoba di Kelurahan 36 Ilir adalah harga mati yang mesti dilakukan Pemerintah Kota dan semua pihak terkait.

“Ini bukan kunjungan terakhir namun akan berkesinambungan secara terus menerus, agar menjadikan kawasan ini Kampung Bersinar,” tegas Fitri.

Mewujudkan Kampung Bersinar tidaklah mudah, terlebih di kota tertua di Indonesia ini belum ada barometer yang bisa diambil contoh dari 18 kecamatan yang ada yang mendapat julukan Kampung Bersinar.

Untuk sementara ini, kata Fitri program jangka pendek sudah mulai bisa diterapkan, dengan cara rutin mengelar sosialisasi akan bahaya narkoba dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Kita juga akan meningkatkan Sumber Daya Manusianya (SDM) dengan cara memberikan pelatihan keahlian kerja, seperti servis AC, montir, merajut songket dan lain lain, dengan modal bantuan Pemkot Palembang,” ungkapnya.

Program jangka panjang tidak hanya akan menyasar satu kawasan kampung saja akan tetapi meluas ke seluruh kampung yang ada di Tangga Buntung.

“Kita ingin program ini meluas sehingga menyentuh secara keseluruhan yang memiliki keterampilan dunia kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Gandus Palembang Ricky Fernandi menjelaskan, akan mengawal program tersebut.

“Kalau penyuluhan ke agama sudah mulai diterapkan,” kata Ricky.

Bahkan, koordinasi dengan Ketua RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama kerap dilakukan.

“Kita ingin wujudkan program Kampung Bersinar ini, tentunya mengandeng seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Share