LAHAT, GLOBALPLANET.news - Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lahat, Eti Listina SP MM melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Astin Tri Saputra mengatakan, banyaknya babi mati mendadak disebabkan demam babi atau ASF (African Swine Fever).
"Ya, itu positif demam babi, sudah banyak terjadi di tempat kita (Kabupaten Lahat)," kata Astin saat dikonfirmasi, Minggu (30/5/2021).
Astin menjelaskan, ASF terhadap babi hutan terjadi diakibatkan oleh virus. Namun, tidak menular terhadap manusia maupun hewan ternak, hewan satwa, melainkan hanya menular ke hewan jenis babi.
ASF tersebut memiliki gejala panas, demam setelah itu mati mendadak. "Kejadian ini sebelumnya sudah ada di daerah Medan beberapa tahun lalu, sekarang udah masuk ke tempat kita. Tapi tidak menular ke manusia, hewan ternak maupun satwa liar, jadi hanya khusus babi saja," sampainya.











