loader

Bicarakan Soal PSR, KTNA Sumut dan ASD Bakrie Lakukan Pertemuan

Foto

ASAHAN, GLOBALPLANET.news - Awal penjajakan itu ditandai dengan pertemuan kedua belah pihak di lokasi produksi dan pembibitan kecambah sawit milik ASD Bakrie di Pasar IX, Desa Subur, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.

"Penjajakan terutama mencakup beberapa hal, termasuk mempercepat partisipasi ASD Bakrie dalam menyediakan bibit unggul bagi program PSR di Indonesia, khususnya Sumatera Utara," ujar Erwina Nasution selaku Seed Sales & Marketing Head ASD Bakrie dan Budi Nasution selaku After sales services officer kepada para wartawan melaliu telepon seluler, Senin (31/5/2021).  

Erwina lalu menuturkan, kunjungan pihak KTNA Sumut ke pihaknya dilakukan pada hari Kamis (27/5/2021). Saat itu, kata Erwina, pihak KTNA Sumut yang hadir yakni Habib Nasution (tokoh masyarakat), Hj Taty Djuwita Nagawati Siregar (Ketua KTNA Sumut), Selamat Arifin (Wakil Ketua KTNA Sumut sekaligus Ketua KTNA Kabupaten Batubara), Baginda Harahap (Sekretaris KTNA Sumut), Mauliddar Siregar (Wakil Ketua KTNA Paluta), dan Horas Harahap (Wakil Ketua KTNA Paluta). 

"Sementara dari kami yang hadir waktu itu adalah Dr CJ Breure selaku Plant Breeder, saya sendiri, dan Pak Budi Nasution," ujar Erwina. 

Saat itu pihaknya menjelaskan tentang varietas unggul Spring dan Themba yang diproduksi ASD-Bakrie, baik keunggulan maupun tahapan seleksi dan penelitian yang telah dilakukan ASD Bakrie sehingga bisa merilis varietas unggul dan memasarkannya.

Kata Erwina, salah satu keunggulan dari benih unggul costarica ASD Bakrie adalah waktu tunggu produksi yang singkat, hanya 24 bulan, sehingga lebih cepat dirasakan manfaatnya bagi petani kelapa sawit. 

Pihak KTNA Sumut, kata Erwina, memertanyakan kesiapan ASD-Bakrie dalam menyediakan bibit unggul dalam pelaksanaan program PSR di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Sebab, tambah Erwina, KTNA juga memiliki sejumlah kelompok tani binaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan akan mengikuti program PSR. 

Erwina mengaku saat itu mengatakan bahwa ASD Bakrie sendiri merupakan salah satu penyedia bibit unggul bagi program PSR, termasuk yang telah terlaksana di tiga kabupaten, yakni Batubara, Asahan, dan Simalungun.

Erwina menyebutkan, baik ASD Bakrtie dan KTNA Sumut selepas pertemuan itu memiliki pemahaman yang sama untuk mengedukasi masyarakat peserta program PSR mengenai penggunaan varietas unggul dari balai benih resmi seperti PT ASD Bakrie di wilayah binaan dari KTNA.

"Misalnya di wilayah binaan KTNA di kawasan Tapanuli bagian selatan yakni Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal (Madina). Padang Lawas (Palas), dan Padang Lawas Utara (Paluta). Apalagi selama ini terkesan bahwa petani sawit peserta PSR hanya mengenal benih sawit hanya dari satu produsen saja," ujar Erwina.

Nah, untuk menunjang kesiapan ikut program PSR, Erwina mengungkapkan ASD-Bakrie menyediakan bahan tanam berupa bibit usia tiga bulan dengan harga Rp.17.500 per bibit. Pihaknya juga menyediakan kecambah bagi petanisawit dengan minimum order 100 butir diberikan diskon 10 persen.

"Harga per butir kan Rp 9000 menjadi Rp 8.100 per butir dengan allowance 5 persen yang memudahkan bagi petani kelapa sawit mandiri mendapatkan bahan tanaman unggul," tegas Erwina.

Share