MEDAN, GLOBALPLANET.news - Ketua KPKS Kesepakatan, Syarifuddin Sirait, menyebutkan ketertarikan mereka karena berbagai kualitas yang dimiliki Themba dan Springs, dua jenis varietas yang diproduksi oleh ASD-Bakrie.
"Kami itu kan koperasi yang kebunnya sudah dapat sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) pada tahun 2020 dan saat ini kebun kami bakal memasuki masa replanting melalui program PSR. Nah, dengan situasi ini, tentu saja kami butuh kecambah atau bibit yang berkualitas dan tersertifikasi dan itu ada pada Themba dan Springs," kata Syarifuddin, Rabu (16/6/2021).
Pihaknya pun telah mengunjungi pusat perbenihan milik ASD-Bakrie di Kecamatan Air Joman, Asahan, Selasa (15/6/2021). Mereka telah mencari dan membandingkan bibit sawit dari sejumlah produsen benih sawit.
"Kami kepincut pada bibit Themba dan Springs yang diproduksi oleh ASD-Bakrie yang kebetulan lokasinya juga di Kabupaten Asahan," kata Syarifuddin.
Secara terpisah, Direktur Operasional PT Bakrie Sumatera Plantation Howard J Sargeant mengungkapkan keunggulan Themba dan Springs yang mampu menghasilkan TBS sekitar 38-40 ton hektar per tahun. "Bahkan sudah bisa dipanen dalam waktu 24 bulan," kata Howard. ASD Bakrie telah menyediakan bibit dengan berbagai kondisi.
"Bibit yang siap tanam harganya Rp 40.000 per bibit, bibit usia tiga bulan Rp 17.000 per bibit. Lalu untuk kecambah harganya Rp 9000. Namun untuk petani didiskon jadi Rp 8.100 dengan minimal pemesanan sebanyak 100 butir saja," tegas Howard Sargeant.











