loader

Kasat Lantas: Belum Ada Pemberlakuan Ganjil Genap di Palembang

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kasat Lantas Polrestabes Palembang Kompol Endro Ariwibowo menegaskan bahwa belum ada pemberlakuan ganjil genap di kota Palembang.

"Belum ada pemberlakuan dan sedang saya koordinasikan ke Direktorat lalulintas," kata Endro saat dihubungi melalui pesan WA, Kamis (1/7/2021).

Lanjut Endro bahwa penerapan ganjil genap, masih tahap pengusulan pergub kepada Gubernur, sampai sekarang belum ada kabar perkembangannya.

Rencana diberlakukan sistem genap ganjil ini sendiri banyak beragam komentar di masyarakat. "Tidak setuju, karena kita belum cocok untuk menerapkan hal ini, apalagi masyarakat kita ini tidak memiliki kendaraan lebih dari satu," kata Lia salah satu karyawan Swasta. Dan ada juga yang ikut saja dengan peraturan pemerintah.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menerapkan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan protokol Kota Palembang. Kebijakan itu dibuat guna meminimalisir mobilitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran Covid-19.

”1 Juli 2021 akan kita berlakukan. Itu bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-75. Surat Keputusan akan saya tandatangani dan kita nanti juga akan berkoordinasi dengan Kadishub dan semua jajaran satgas Covid-19 untuk melakukan pengawasan dilapangan,” kata Herman Deru disela-sela menerima kunjungan kerja Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri di ruang tamu Gubernur Sumsel, Rabu (30/6) pagi.

Herman Deru berharap dengan diberlakukannya ganjil genap ini nantinya  dapat mengurangi pergerakan masyarakat yang berpotensi terjadinya  kerumunan.

”Meskipun kebijakan ini kita berlakukan, kita juga tidak mau nantinya ini akan mempengaruhi ruang gerak kita dalam kegiatan sehari-hari.  Karena ini juga berlakunya di hari-hari tertentu,” tambahnya.

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, mengatakan, pihaknya berharap dengan berlakunya ganjil genap nanti bisa berjalan efektif dalam mengurangi lonjakan kasus Covid-19 di Sumsel.

Share