loader

GPS Lahat Minta Stop Kegaduhan Pencopotan Kapolda Sumsel terkait Hibah Tak Jelas Rp2 Triliun

Foto

LAHAT, GLOBALPLANET - Hal itu disampaikan GPS saat menggelar Konferensi Pers, Kamis (12/8/2021). Dalam kesempatan tersebut koordinator GPS, Bakti Setia Legawa menyampaikan pernyataan sikap bahwa Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri sudah meminta maaf kepada seluruh mayarakat Indonesia khususnya Sumatera Selatan. Selain itu juga meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

"Kedua, akibat dari itu bahwa Mabes Polri sudah menurunkan tim internal yang terdiri dari Itwasum Mabes Polri dan Paminal Div Propam Polri guna melakukan pemeriksaan terhadap Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri. Hal ini merupakan bentuk evaluasi dan langkah cepat Polri dalam menangani polemik hibah dana Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio tersebut," sampai Bakti didampingi anggota GPS.  

Dilanjutkannya, gerakan atau pihak yang masih fokus menuntut pencopotan Kapolda Sumatera Selatan menurut GPS itu adalah gerakan yang dapat menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat. Ditegaskanya, bahwa tidak ada oknum ataupun pihak yang membuat kotor tanah Sriwijaya,
karena kejadian ini lntaran tidak ada sama sekali yang dirugikan baik secara materil maupun imateriel.

"Kami berpesan kepada mahasiswa, pemuda, umumnya masyarakat agar lebih mencermati terkait isu-isu yang beredar di media sosial, agar tidak terjadi kesalahan berpikir dalam menanggapi suatu isu yang terjadi dan kepada masyarakat agar untuk lebih fokus mengawal penangan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah. Sebagai kontrol sosial selaku mayarakat memiliki peran penting untuk ikut serta mengawasi kinerja pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menangani Covid 19," ujarnya.

Share