PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - "Dengan mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), Indonesia berkomitmen untuk memproduksi minyak nabati," ujar Alex.
Komitmen yang dijalankan Indonesia itu, sambung Alex, mengedepankan tiga pilar utama yakitu sosial, ekonomi dan lingkungan. "Pemerintah juga mengeluarkan mandatori sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang harus dimiliki perusahaan kelapa sawit," jelas dia.
Sebelumnya, upaya untuk melawan sentimen negatif soal sawit terus dilakukan, salah satunya oleh Pemkab Musi Banyuasin dengan membuktikan pada dunia internasional bahwa sawit memberikan dampak baik.
Upaya tersebut yakni dengan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan hilirisasi minyak kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati (IVO) menjadi bensin sawit. "Keberhasilan program ini juga merupakan misi strategis nasional yakni upaya dalam pemulihan ekonomi rakyat dampak Covid-19 di era new normal saat ini dari sektor perkebunan," ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex, beberapa waktu lalu.
"Kemudian Muba Indonesia-Go Internasional untuk membuktikan pada dunia internasional dari segala isu black campaign sawit di Indonesia," sambung dia.
Bukan hanya itu, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini juga mengatakan, sawit sejauh ini mampu memberikan kesejahteraan kepada petani, khususnya di Kabupaten Muba. "(Sawit) meningkatkan kesejahteraan petani dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta kebun yang berkelanjutan (sustainable)," jelas dia.











