PALEMBANG, GLOBALPLANET - 1. Tuntutan sustainability, yakni masih adanya diskriminasi terhadap industri sawit yang terus disuarakan.
Dengan adanya isu negatif itu maka, kata Eddy, pihaknya mulai mengembangkan pasar minyak sawit baru utamanya ke pasar negara-negara di kawasan negara-negara Afrika.
2. Masih rendahnya produktivitas dan efisiensi, dengan adanya moratotium, mau tidak mau industri sawit harus bisa meningkatkan produktivitas kebun sawit-nya. “Ini bisa dilakukan dengan penggunaan bibit unggul dan menerapkan manajemen kebun terbaik,” kata Eddy dalam webinar Nasional Kelapa Sawit, Rabu (18/8/2021).
3. Kendala yang lain adalah mengenai Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) dan pengaturan turunanya, karena masih dijumpai ketidaksinkronan pengaturan yang berpotensi menghambat keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.
4. Adanya rencana penerapan pajak karbon.
5. Rencana penerapan kebijakan Over Dimension Over Length (Odol) yang akan efektif diterapkan di tahun 2023. “Terakhir adalah kendala pandemi yang sampai saat ini belum diketahui sampai kapan akan berakhir,” tandasnya.











