OKU TIMUR, GLOBALPLANET - Bupati OKU Timur H Lanosin, ST, mengatakan bahwa ada penurunan anggaran untuk Tahun Anggaran 2022, hal ini menuntut seluruh pihak untuk sama-sama mengencangkan ikat pinggang.
"Penurunan anggaran tentu ada pengaruhnya dengan pelaksanaan program pembangunan, di daerah kita,"ujar Bupati Usai memghadiri Rapat Peripurna ke XXXI, DPRD OKU Timur, yang belangsung pada Senin (29/11/2021).
Menurutnya, ini sebenarnya sinyal bagi seluruh PNS untuk mencari jalan keluar dengan terobosan-terobosan yang bagus bagaimana cata mencari uang ke pusat. “Karena jika hanya menunggu tidak akan membuat situasi semakin baik,” ungkapnya.
Rapat Paripurna DPRD OKU Timur ke XXXI, dengan agenda Laporan Badan Anggaran DPRD OKU Timur, membahas dan meneliti Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2022, dipimpin Ketua DPRD OKU Timur H Beni Defison, SIP, MM.
Pelapor Banggar DPRD OKU Timur, Ida Liana, S.Keb, dalam laporannya mengatakan, penanganan pandemi corona virus diasease dan dampaknya meliputi, dukungan program pemulihan ekonomi daerah, terkait dengan percepatan penyedian sarana prassarana layanan publik serta ekonomi, untuk meningkatkan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan penyedian layanan publik.
Perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dukungan pelaksanaan viksinasi corona virus diasease 2019. Dukungan kelurahan dalam penanganan pandemi corona virus disease 2019 untuk Pos Komando tingkat kelurahan. Inssentif tenaga keseahatan dalam rangka untuk penanganan corona virus disease 2019. Belanja kesehatan lainnya, sesuai kegiatan prioritas yang ditetpkan oleh pemerintah pusat.
Pendapatan Dear, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp100.009.530.000, pajak daerah Rp 45.108.030.000, restribusi daerah Rp5.201.500.000, Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp4.500.000.000, lain-lain PAD yang sah.
Pendapatan transfer Rp1.603.751.397.448, pendapatan transfer pusat Rp1.503.264.472.343. Pendapatan transfer antar daerah Rp100.486.925.105.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp20.991.612.000, pendapatan hibah Rp1.500.000.000, lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan Rp19.491.612.000, jumlah pendapatan Rp1.724.752.539.448.
Belanja, jumlah belanja Rp 1.699.442.548.448, total surplus (Defisit) Rp25.310.000.000. Pembiayaan jumlah penerimaan pembiayaan Rp9.340.000.000, jumlah pengeluaran pembiayaan Rp34.650.000.000, pembiayaan neto Rp25.310.000.000. Sisw lebih pembiayaan anggarab daerah tahuh berkenan 0.











