loader

Aplikasi Situberuk Berawal Banyak Konflik Pertanahan 70 Persen Surat Tanah Ganda

Foto

OKI, GLOBALPLANET - Banyaknya konflik pertanahan di Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Hendra Anggara SSTP akhirmya membuat inovasi yang bisa menyelesaikan  permasalahan  ini namanya aplikasi sistem informasi tanah terpadu berbasis registerbdan ukuran koordinat (Situberuk). Bahkan dari aplikasi ini mengantarkannya terpilih  Juara pertama Camat inovatif se Sumsel. 

Kalau dilihat dari konotasinya Situberuk ini negatif,  tapi pihak Kecamatan Lempuing Jaya ingin membranding dan membangun  image.  Karena Seberuk itu nama ikan yang sudah langkah bukan nama Beruk. " Makanya logo yang dibuat logo ikan, "terangnya saat membuka wawancara kepada wartawan koran ini. 

Diceritakannya, setahun saat ia masuk ke Kecamatan  Lempuing Jaya pada 2020 dihadapkan banyaknya konflik pertanahan karena70 persen terjadi masalah surat tanah ganda, objek tidak jelas bahkan ada kawasan hutan produksi regiater sialang ditengah kota seluas 10.000 hektare yang sekarang  tidak ada lagi  sudah jadi pemukiman  penduduk karena sempat terjadi jual  beli surat saja. 

Makanya mencoba membuat aplikasi tentang penataan surat pengakuan hak atas tanah serba digital terintegrasi di 16 desa tidak mungkin orang asal membuat surat tanah saja. Ditambahkannya yang menjadi unik  nomor register unik  tapi ia tahu karena  angkanya unik, dimana angka pertama register nomor kode kecamatan/ desa nomor urut tanah,  tahun  pembuatan register langsung nyambung ke aplikasi Situberuk yang bisa di download lewat playstore.

Kemudian ada barkot pada surat tanah bisa langsung  masuk ke peta Geography Information System (GIS) tinggal di klik. Dengan cara ini  maka kedepan  tidak ada lagi penggandaan surat tanah di wilayahnya.
"Kami berharap  BPN mau dengan sukarela mau memberikan data sertifikat, sehingga nanti sejengkal tanah yang ada diketahui terdata dengan jelas,"bebernya. 

Masih kata dia,  untuk  pengajuan  permohonan  masuk ke aplikasi  ini ada lebih kurang 350-400 pemohon.Sosialisasi masyarakat terus dilakukan karena sekarang sebagian besar masyarakat  sudah memiliki  android. Tinggal sentuh kode QR saja. Jadi jangan ragu lagi meskipun mereka tinggal di luar Sumsel kalau   membeli surat tanah kalau keluar dari aplikasi Situberuk maka tanah itu aman tidak akan terjadi masalah. 

Bagi warga yang akan mengajukan pembuatan sertifikat tanah,  itu ada tiga lapis 3 kode keamanan yang mengetahuinya hanya kades,  kasi pemerintahan  dan camat. Pengajuan bisa dilihat  pada prosesnya apakah ada di salah satu kata kunci tersebut. Selain secara online petugas secara manual juga turun ke lapangan.

Tak dipungkiri memang ada sebagian wilayah kesulitan jaringan internet dan ini akan diintegrasikan  tahun depan, karena membangun  desa digital baik sistem pelayanan maupun jaringan sudah bekerjasama dengan indihome provider target sudah memiliki internet  desa dan digitalisasi  desa." Untuk  di Indonesia baru kecamatan kami yang ada aplikasi  ini, "terangnya. 

Bahkan ia tidak pernah terfikir dari inovasi yang dihasilkan  tersebut  bisa meraih juara 1 se Sumsel dalam Peringatan  Hari Kebangkitan  Teknologi. Karena prestasinya tersebut  akan mewakili  Sumsel ke tingkat nasional. 

Share