OKU TIMUR, GLOBALPLANET - Tingginya angka pengangguran terbuka di Kabupaten OKU Timur dibeberapa sektor sangat rentan dipengaruhi oleh gejolak ekonomi dunia dan pandemi Covid-19 yang belum berakhir.
Hal ini diungkapkan Kadisnakertrans OKU Timur Elfian Syawal, SE, MM melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Sunandar, SE,
“Kesempatan kerja yang terbatas karena lesunya ekonomi dunia dan regional berpengaruhi pada tingkat permintaan barang produksi di dalam dan luar negeri, jelas hal ini berpengaruhi langsung pada produktivitas perusahaan yang pada akhirnya mempengaruhi pekerja,” katnya. Kamis (06/01/2022).
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) OKU Timur pada 2021 sebesar 3,18 persn lebih rendah dibanding TPT 2020 yang sebesar 3,81 persen namun masih jauh lebih rendah dibanding TPT sumatera Selatan sebesar 4,98 persen pada 2021.
"Untuk mengurangi pengangguran ini menjadi PR kita, 16 sektor lapangan pekerjaan utama yang ada harus mempunyai program untuk penyerapan tenaga kerja,"ungkapnya.
Disnakertrans OKU Timur pada 2022 dengan keterbatasan anggaran tetap berusaha untuk mengurangi tingkat pengangguran. Akan melaksanakan, program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja berupa pelatihan pembuatan kue dan keripik (tata boga ) bagi pencari kerja.
OKU Timur sebanyak 40 orang. Program penempatan tenaga kerja / perluasan kesempatan kerja yaitu pembentukan dan pelatihan wirausaha baru bidang batako sebanyak 20 orang.
"Kami berharap dengan adanya pelatihan kerja dan munculnya wirausaha baru nanti bisa mengurangi pengangguran , mendapatkan penghasilan dan penurunan angka kemiskinan,"ungkapnya.











