PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Provinsi Sumsel Selatan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polda Sumsel gelar Focus Group Discussion (FGD), bersama Eks Napiter Sumsel untuk mencegah berkembangnya Radikalisme dan Terorisme.
FGD dgelar di Grand Atyasa Convention Center, Minggu (27/2/2022), dengan tema Pentingnya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Bagi Generasi 5.0. Acara tersebut dihadiri sekitar 100 peserta baik secara online maupun offline.
Hadir sebagai Narasumber Anggota DPR RI, Irma Suryani Chaniago, Kasubbid Kontra Propaganda BNPT, Kolonel Sujatmiko, Kasubdit IV Intelkam Dit Intelkam Polda Sumsel, AKBP Iralinsah SH dan Ketua Yayasan Pelita Bersatu sekaligus Eks. Napiter Sumsel, Abdurrahman Taib.
Ketua DPD Mapancas Sumsel, Andir Firliansyah S.T.,M.H., mengatakan, pada beberapa pemberitaan menyatakan negara sudah dalam kondisi darurat radikalisme, darurat Ideologi. Kekuatan media menjadi senjata untuk menyebar berita hoax, ujaran kebencian dan Intoleransi yang menjadi akar radikalisme.
Perlu peningkatan penguatan wawasan kebangsaan dan pembinaan terhadap para eks. "Terpapar Radikalisme dan Terorisme untuk kembali ke masyarakat, serta upaya untuk membangun karakter pemuda untuk kegiatan-kegiatan positif agar terhindar dari paham radikalisme dan terorisme," ungkap Andir Firliansyah pada pembukaan kegiatan.
Sementara, Ketua Yayasan Pelita Bersatu sekaligus Eks. Napiter Sumsel, Abdurrahman Taib mengatakan keterkaitan antara Terorisme dengan gerakan Jihad Fisabilillah atas nama Islam, semangat tinggi dalam beragama namun tidak didukung dengan pengetahuan agama yang mumpuni adalah faktor utama terjadinya aksi-aksi Terorisme dengan dalih Jihad Fisabilillah.
Indonesia adalah negeri kaum muslimin, negara aman dan damai, sehingga tidak cocok untuk dilakukan Jihad Fisabilillah, hal ini harusnya menjadi referensi untuk para pemuda agar tidak salah dalam mengaplikasikan Jihad Fisabilillah.
"Sehingga salah satu upaya untuk mencegah aksi terorisme adalah jangan mudah terprovokasi dengan istilah Jihad Fisabilillah atau istilah lain yang mengatasnamakan Agama," jelasnya.











