PALEMBANG, GLOBALPLANET - Forum silaturahmi dan dialog para Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama Se-Sumatera dalam rangka peringatan Harlah kr-99 NU berlangsung di GOR Dempo Jakabaring Sport City Palembang, Jumat (4/3) malam.
Mustasyar PBNU yang juga Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku bersyukur Sumsel menjadi rumah rumah dan berharap diskusi tersebut.melahirkan program yang nantinya akan berperan penting dalam membangun daerah maupun bangsa.
"Saya memandang bahwa Nahdlatul Ulama dalam melakukan keseimbangan kemajuan antara intelektualitas moralis dan profesinal religius sangat dibutuhkan dalam membangun daerah maupun bangsa," katanya.
Pemerintah Provinsi Sumsel lanjut dia, akan terus memberikan dukungan kepada seluruh ormas keagamaan yang ada di Sumsel termasuk NU. Karena lanjut dia Keseimbangan Antara Intelektualitas, Moralis dan Profesional Religius Kunci Dalam Membangun Bangsa.
"Pemprov Sumsel tentunya akan senantiasa memberikan dukungan kepada setiap ormas beragama di Sumsel termasuk NU yang mendirikan Perguruang Tinggi NU dan Pondok Pesantren NU dalam rangka mewujudkan Sumsel religius," tuturnya.
Herman Deru memberikan apresiasi pada forum silaturahmi yang mengambil tema perduli pada para petani sawit dan dia mengharapkan program yang diciptakan melalui diskusi ini nantinya akan bermanfaat bagi para petani sawit di setiap daerah.
"Sebagai tuan rumah, Saya dan jajaran Pemerintah Sumsel mengapresiasi dengan adanya tema yang diambil pada forum diskusi malam ini, semoga nantinya ini dapat bermanfaat bagi PW dan PC NU, dan petani sawit di setia daerah," pungkasnya.
Sementara itu Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan pertemuan tersebut dilakukan untuk berdiskusi dan bertukar pendapat dari dengan para anggota perwakilan NU se-Sumatera.
"Apapun yang dirancang dan rencanakan dapat didiskusian sehingga nanti bisa kita wujudkan bersama dan penerapannya nanti akan mampu bermanfaat bagi masyarakat banyak dan mendapatkan banyak kebaikan baik untuk kita yang meberikan ilmu maupun yang mendapatan ilmunya," kata KH. Yahya
Dia juga mengatakan tema yang diambil juga merupakan hasil diakusi dari semua jajaran NU, mengingat sebagian para anggotanya merupakan petani sawit maka sudah seharusnya NU memberikan arahan hingga pelatihan bagi petani sawit yang merupakan anggota NU.
"Mudah-mudahan dialog malam ini mampu menampung masukan-masukan dari semuanya dan akan direncanakan kedepannya sesuai dengan harapan kita semua. Nantinya kita akan memberikan arahan, monitoring, dan pelatihan bagi para petani sawit yang dalam hal ini juga merupakan anggota NU," tuturnya.
Dia juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Herman Deru beserta jajaran Pemprov Sumsel yang sudah bersedia menjadi tuan rumah pada pertemuan dan peringatan Haralah NU.
"Terima kasih pak Gubernur yang selalu mendukung setiap kegiatan NU baik itu dukungan moril maupun materil, Alhamdulillah sekali semoga kebaikan kita semua mendapatkan berkahnya," pungkasnya.
Pada Forum Silturahmi tersebut PBNU mengambil tema Halaqah Lingkungan Hidup Temu UMKM dan Petani Sawit. Dialog melibatkan utusan NU se-Sumatera di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, Bangka Belitung.











