PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merekrut 220 Tenaga Pendamping Peningkatan Produksi Perkebunan (TPPPP). Ratusan tenaga ini bertugas mendampingi para petani agar lebih produktif dalam meningkat produksi termasuk membaca prospek pemasaran hingga hilirisasi produk.
Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan, timbulnya ide dan gagasan rekrutmen TPPPP merupakan salahsatu cara untuk memenuhi kebutuhan daerah untuk mendampingi para petani.
“Tugas kalian selaku Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian adalah merubah mindset petani. Kalau dulu tugasnya mendoktrin petani untuk meningkatkan produksi, maka sekarang kalian punya tugas merubah mindset atau pola pikir petani dari yang sebelumnya petani pekerja menjadi entreprenuer di lahan sendiri,” tegas Herman Deru saat pengukuhan di Asrama Haji Palembang, Selasa (23/3/2022).
Herman Deru juga mengharapkan para TPPPP harus bertindak genius dalam menghadapi tugas berat dilapangan, karena banyak kalalangan petani perkebunan yang masih menggunakan cara-cara produksi secara tradisional dalam mengusahakan kebunnya.
“Tugas kalian nanti dilapangan mengeiventarisir, mengintegrasikan produsen atau hasil kebun, menjadi bahan olahan, dan menjual dengan cara trading. Nah tugas TPPPP adalah menyatukan semua itu,” katanya.
Dikatakan Herman Deru, TPPPP tidak hanya memperhatikan sarana produksi seperti lahan, modal, tenaga kerja, dan teknologi, tetapi juga sarana produksi. Namun ada yang lebih penting di era milenial saat ini adalah terkait dengan informasi, karena informasi sangat menentukan keberhasilan usaha petani.
“Harga pasar, jaringan kerjasama dan lain sebagainya. Informasi pertanian yang tepat waktu dan relevan, sangat mendukung dalam proses pengambilan keputusan petani. Oleh karena itu kami harapkan tenaga pendamping peningkatan produksi perkebunan yang direkrut ini dapat menjembatani hal tersebut,” pungkasnya.
Hadir dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Bank Sumsel Babel Ahmad Syamsuddin, General Manager Transformasi Bisnis PT Pusri Fahtur Rozi, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumsel Dr. Atekan.











