JAKARTA, GLOBALPLANET - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Sugiarto memastikan sejauh ini pabrik kelapa sawit (PKS) anggota GAPKI Sumsel tetap menyerap tanda buah segar (TBS) petani.
Pernyataan ini disampaikan GAPKI Sumsel untuk menjawab anggapan ada PKS anggota GAPKI Sumsel tidak menyerap atau membeli TBS petani dampak larangan ekspor CPO dan produk turunannya.
"Sejauh ini PKS anggota GAPKI sumsel menyerap TBS petani, namun karena libur lebaran maka beberapa PKS mulai besok (Jumat, 29 April) sudah ada yang tutup, buka kembali setelah lebaran/cuti bersama," ujar Alex kepada globalplanet, Kamis (28/4/2022).
Dengan demikian, sambung Alex, sudah jelas beberapa PKS mulai besok mungkin tidak menyerap TBS petani bukan karena larangan ekspor ini.
Diketahui, petani sawit di beberapa daerah di Sumsel menjerit karena harga jual anjlok setelah pemerintah mengumumkan larangan ekspor CPO, minyak goreng dan bahan bakunya. Bahkan menurut informasi, ada petani yang menyebutkan di beberapa daerah hanya ada harga, namun tidak ada yang mau membeli TBS petani.











