loader

Polairud Polda Sumsel Gagalkan Transaksi Benih Lobster, 3 Anggota Polisi Sempat Disandera, Dua Pelaku Dilumpuhkan

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET -  Direktorat Polairud Polda Sumsel menangkap satu unit kapal tanpa identitas yang biasa disebut Kapal Hantu saat melintas di perairan Sri Menanti, Tanjung Sereh, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (30/4/22) sekitar pukul 23.30 WIB.

Namun saat dilakukan penggerebekan tiga anggota sempat disandera oleh tujuh orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di Kapal Hantu bermesin 800 PK tersebut.
 
Sehingga polisi memberikan tindak tegas kepada dua orang dari tujuh orang pelaku, namun dari ketujuh pelaku satu orabg berhasil lolos dengan menceburkan diri ke air. 
 
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima anggota bahwa akan ada transaksi Benih Baby Lobster (BBL) atau Benur di wilayah perairan Sri Menanti dengan menggunakan Kapal Besar yang rencananya akan dibawa ke Singapura dan Vietnam
 
Kemudian, setelah dilakukan penyelidikan ditemukan titik keberadaan Kapal Hantu tersebut. Namun, pada saat dilakukan penangkapan terjadi perlawanan dari pelaku yang berada di Kapal Hantu dengan menyandera tiga orang anggota Polairud Polda Sumsel untuk dibawa kabur.
 
“Karena terdesak anggota kita melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan dua orang pelaku yang ada di Kapal,” ujar Kapolda Toni Minggu (1/5/22)
 
Atas kesigapan petugas yang disandera tadi, Kapolda yang didampingi Direktur Ditpolairud Polda Sumsel Kombes Pol YS Widodo ini menegaskan, enam pelaku langsung diringkus dan satu orang melarikan diri dengan menyeburkan diri ke sungai.
 
“Satu orang melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke laut, dua diberikan tindakan tegas terukur dan masih dalam perawatan medis di RS Bhayangkara,” ungkap Kombes Pol Widodo.
 
Kapal hantu tersebut saat digeledah mengangkut 21 box sterefoam yang berisikan benih baby lobster atau Benur sebanyak 157 ribu ekor yang akan dibawa ke Singapura via Batam.
 
“Iya, modusnya sama seperti yang kita ungkap beberapa hari lalu. Semua Benur asal Lampung,” terangnya.
 
Barang bukti sebanyak 21 box sterofoam warna putih dilapisi plastik warna hitam, berisi BBL sebanyak 158.800 ekor, jenis pasir 156.200 ekor dan jenis mutiara 2.600 ekor senilai Rp 16 miliar berhasil diamankan.
 
“Kita juga mengamankan Kapal Hantu 800 PK (4 mesin x 200 PK) merk Yamaha, 10 buah jeriken plastik isi @50 liter dan 20 buah jeriken plastik isi @35 liter,” terang Widodo. 

Share