loader

BSI Region III Palembang Percepat Digitalisasi Bisnis, Gaspol Layanan Emas dan Haji

Foto

PALEMBANG - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Region III Palembang menyatakan siap memasuki fase baru digitalisasi bisnis setelah menyelesaikan transformasi sistem teknologi informasi (IT) yang menjadi fondasi penguatan layanan dan percepatan ekspansi bisnis. 

Region CEO Palembang Ari Yusnairy Muslim mengatakan transformasi tersebut telah diterapkan di seluruh jaringan BSI, termasuk wilayah Regional III Palembang, sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan layanan keuangan digital sekaligus mendukung perkembangan industri perbankan syariah.

"Kami siap mengimplementasikan bisnis digital dan akan menerapkannya di seluruh ekosistem bisnis di Region III Palembang untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif," ujarnya dalam Media Gathering di Kantor BSI Region III di Kota Palembang, Senin (29/6/2026). 

Menurut Ari, proyek transformasi teknologi yang rampung pada pertengahan Mei 2026 tersebut merupakan salah satu proyek digital terbesar yang pernah dijalankan BSI. Prosesnya meliputi migrasi data, peningkatan sistem core banking, konversi sistem, hingga validasi yang dilakukan secara bertahap dengan pengawasan regulator. 

Region III Palembang sendiri membawahi operasional BSI di enam provinsi melalui lima area, yakni Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Lampung, dengan jaringan yang terdiri atas 16 kantor cabang, 85 kantor cabang pembantu, serta dua Kantor Fungsional Operation (KFO). 

Di tengah transformasi digital tersebut, kinerja bisnis BSI Region III juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga Maret 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 23,9 persen secara tahunan (year on year/YoY), sementara pembiayaan meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Selanjutnya, digitalisasi akan difokuskan untuk memperkuat dua lini bisnis strategis, yakni layanan emas dan haji. Menurut Ari, kedua sektor tersebut menjadi prioritas seiring posisi BSI yang kini menjalankan peran sebagai bank syariah sekaligus bank emas.

Pertumbuhan bisnis emas pun tercatat cukup signifikan. Hingga Maret 2026, tabungan emas meningkat 406,5 persen secara tahunan, sedangkan jumlah rekening (Number of Accounts/NOA) melonjak hingga 937 persen. Pada periode yang sama, tabungan haji dan jumlah rekening tabungan haji juga tumbuh sekitar 18–19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Secara nasional, transformasi digital yang dilakukan BSI turut menopang kinerja perseroan. Hingga April 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,80 triliun atau meningkat 17,79 persen secara tahunan. Total aset mencapai Rp452 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp382 triliun dan pembiayaan Rp332 triliun. 

Share