LAHAT, GLOBALPLANET - Tumpahan batu bara di Jalan Lintas Sumatera, Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat pada Selasa (14/6) kemarin kembali membuat warga resah, terutama para pengguna jalan. Kejadian ini, harus mendapatkan solusi yang terbaik agar tidak terulang kembali.
Warga setempat terpaksa harus membersihkan batu bara yang jatuh ke jalan. Bahkan, kejadian itu sudah sering terjadi.
"Kemungkinan ini muatan mobil angkutan batu bara yang terlalu penuh, kondisi jalan yang menikung jadi mobil oleng dan batu baranya jatuh ke jalan," kata Sangkudin warga sekitar di sela sela membersihkan batu bara yang berserakan di jalan. Sangkudin berharap kejadian ini bisa dipertimbangkan, ada solusi sehingga kedepannya tidak terjadi lagi.
Tidak hanya itu, bukti dari keresahan dan ungkapan protes warga akibat tumpahan batu bara di jalan, diungkapkan dengan sebuah tulisan di papan yang diletakkan di pinggir jalan, yang bertuliskan "Batu bara barang berharga tolong diambil batu baranya".
"Kalau di jalan sebagai pengguna jalan takut terjatuh kalau batu baranya sudah tumpah di badan jalan,"ungkap Rendi pengendara yang kebetulan melintas.
Ketua Asosiasi Masyarakat Merapi Area Bersatu (AMMAB), Rozi Adiansyah menilai permasalahan seperti itu akan terus ada, selagi belum ada regulasi yang baik dari pemerintah.
"ujung-ujungnya rakyat terus yang jadi korban. Apalagi pihak perusahaan kadang-kadang lambat mengatasi apabila terjadi hal seperti itu dan membuat masyrakat marah,"katanya.
Kemudian lanjut dia, untuk mengatasi permasalah dampak debu ini, memang harus ada pihak ketiga yang menjadi perpanjangan tangan, baik dari perusahaan maupun pemerintah dan masyarakat.
"Tujuannya agar tercipta suasana sehat aman damai dan kondusif. Kita juga berharap perusahaan membuat jalan khusus,"pungkasnya.











