PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dengan bermodalkan obeng taspen, Herman Syahputra (31) mengaku sebagai petugas PLN mendatangi rumah warga di Jalan Demang Lebar Daun, Lorong Gembira. Dia berpura pura memeriksa aliran listrik di rumah tersebut pada Kamis (14/7/2022) lalu. Saat korban lengah pelaku menggasak satu unit Handpone dan Laptop di rumah korban.
Kapolsek Ilir Barat I Kompol Roy A Tambunan mengatakan, modus pelaku dalam menjalankan aksinya berpura - pura menjadi petugas PLN masuk kerumah korban untuk memeriksa aliran listrik. Pelaku setelah masuk kerumah korban, menyuruh korban naik ke lantai dua.
"Saat korban naik ke lantai dua itulah pelaku langsung melancarkan aksinya mengambil satu Handpone dan Laptop dirumah korban setelah itu pelaku kabur," kata Roy kepada wartawan Kamis (21/7/2022).
Saat korban turun, kata Roy pelaku sudah tidak ada lagi didalam rumah. Korban pun memeriksa rumahnya dan didapati Handpone dan Laptop sudah tidak ada lagi ditempat.
"Korban setelah itu melapor ke Polsek, anggota Reskrim Polsek Ilir Barat I langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku," bebernya.
Sementara itu, dihadapan polisi Herman mengaku ide menyamar jadi petugas PLN sepintas lantaran tidak punya uang dan terdesak untuk membayar angsuran sepeda motor pekerjaannya sebagai Gojek Maxim tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari - hari ditambah dengan kecanduan bermain judi slot.
"Baru pertama kali inilah pak saya begini, oleh karena butuh uang untuk bayar angsuran motor," kata Herman.
Diakui Herman, sebelum beraksi ia terlebih dahulu menggambar situasi rumah calon korbannya setelah dirasa sepi, barulah ia memasuki rumah korban.
"Saya datang kerumah korban mengaku sebagai petugas PLN mau ngecek listrik, saya bawak obeng taspen untuk meyakinkan korban lalu disuruh masuk oleh korban. HP dan Laptop itu saya ambil didalam kamar," pungkasnya.











