PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Dalam rangka mengurangi risiko dan dampak dari pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berimbas pada inflasi terhadap bahan pokok dan turunnya daya beli masyarakat, Kapolres Prabumulih AKBP Witdiardi S.I.K.,M.H bersama Forkopimda bertempat di Ruang Command Center Polres Prabumulih.
Kapolres Prabumulih AKBP Witdiardi S.I.K.,M.H diwakili oleh Wakapolres Prabumulih Kompol Ikrar Potawari S.H., S.I.K.,M.Si.,M.I.K, didampingi Kasih humas Polres Prabumulih Akp Djumiati ketika dibincangi menjelaskan, kita di kepolisian mendukung penuh kebijakan tersebut.
Khusunya dalam kamtibmas, " Pihak Polres Prabumulih mendukung dan akan melakukan antisipasi berapa potensi komplit yang akan menimbulkan dari kenaikan harga BBM tersebut. "Karena itu, dari segala upaya akan kita kerahkan untuk membantu kebijakan pusat dalam hal kenaikan harga bbm", beber wakapolres Selasa (6/10/2022).
Sejauh ini, untuk wilayah Kota Prabumulih masih terkendali, kondusif dan tidak ada gejolak masyarakat untuk menuntut penolakan dari kenaikan harga bbm. " Dari SPBU yang ada, stok minyak aman, dan masyarakatnya aman seperti biasa", jelasnya.
Disinggung masalah pengecer minyak (pedagang minyak eceran_red) ungkapnya akan berkordinasi dengan pihak pertamina terkait aturan-aturan, tapi setahu kami selagi masih memakai BBM bersubsidi itu tidak diperbolehkan. "Nanti kami akan berkordinasikan terlebih dahulu kepada pihak pertamina bagaimana menjual bahan bakar minyak eceran yang mengambil dari spbu tersebut ", tegasnya.
Untuk masyarakat Prabumulih, untuk penyesuaian atas kenaikan harga bbm merupakan pilihan terakhir dari pemerintah, oleh karena itu tidak membebankan dari masyarakat, nanti akan ada bantuan tunai, bantuan sosial bagi yang terdampak kenaikan harga bbm, mulai dari nelayan, tukang ojek, warga miskin standar, " Pemerintah pasti ada solusi untuk selalu mensejahterakan masyarakat ", tutupnya.
Semantara Asisten II Drs H. Muhamad Ali SE MSi menyebutkan, ini baru awal, dan kita akan menyampaikan pada bapak walikota untuk mengambil dan bertindak cepat tentunya ada berapa hal dari pemerintah pusat yang akan kita sosialisasikan kepada masyarakat.
"Seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan diberikan dari mensos, nanti akan ada dua kali bantuan, gajian dibawah 3.5 akan ada juga, kita akan kordinasi bersama disnaker, dana desa juga bisa dimanfaatkan sekitar 20 persen untuk kesejahteraan masyarakat, ucapnya singkat.
Untuk diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter (harga BBM naik).
Selain harga BBM Pertalite, ada kenaikan Solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax non-subsidi dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter yang berlaku sejak Sabtu, 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.










