LAHAT, GLOBALPLANET - Budidaya ikan lele teknologi metode bio filter Desa Karang Endah, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat mendapatkan pujian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Sumsel. Selain diharapkan bisa menjadi contoh, hasil dari budidaya bisa ditingkatkan nilai tambahnya.
Kabid Bina Pemdes Dinas DPMD Provinsi Sumsel, Uzirman mengatakan, dana desa memang dialokasikan 20 persen untuk ketahanan pangan dan hewan. Kedepan penggunaan dan keberhasilannya sesuai dengan harapan, tentu saja program yang dijalankan harus melalui perencanaan terlebih dahulu. Khusus program ketahanan pangan dan hewani ini, pada prinsifnya harus melalui pendidikan dan bimtek terlebih dahulu.
"Budidaya ikan lele teknologi ini, diharapkan bisa menjadi contoh dan memberikan tahapan yang bagus sehingga bisa dilihat desa lain. Dilihat selintas sudah ada perkembangan"katanya disela-sela meninjau budidaya ikan lele teknologi metode bio filter di Desa Karang Endah, Rabu (14/9/2022).
Apabila telah berjalan, jangan sampai mudah beruas diri. Melainkan, ditingkatkan nilai tambahnya. Hasil bukan hanya dijual saja, melainkan bisa dikelola seperti pembuatan salai, kerupuk tulang dan lainnya, yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.
"Kedepan masif melibatkan masyarakat, artinya bisa membuat industri yang melibatkan semua lapisan masyarakat di desa maupun unsur pemdes, BPD, TP PKK dan sebagainya. Apalagi, program ini (ketahanan pangan) selaras dengan program gubernur Sumsel yakni Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),"terangnya.
Sementara, Kades Karang Endah, Pirmansyah mengatakan, pihaknya serius dalam merealisasikan program tersebut, dirinya juga berharap program tersebut menjadi program yang berkelanjutan, yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
"Kedepan kami berharap bisa menjadi contoh budidaya ikan lele yang profesional. Namun, harus ada kerja keras dari semua pihak maupun dukungan dan doa dari masyarakat, khususnya pengurus, kami juga telah dinaungi oleh dinas terkait,"sampainya.










