loader

Perekrutan Calon Panwascam 30 Persen Untuk Kaum Perempuan dan Disabel

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang mulai mengumumkan perekrutan calon Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) se kota Palembang. 

Kordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Palembang, Dadang Apriyanto,S.H.,S.Pd.,M.M mengatakan untuk tahapan - tahapan perekrutan calon Panwascam sudah dimulai sejak 10 hingga 15 September 2022 dengan tahapan sosialisasi. 

"Dari 15 hingga 21 September 2022 kami mengumumkan syarat syarat untuk menjadi anggota Panwascam," kata Dadang diwawancarai usai kegiatan Sosialisasi pengawasan partisipatif kepemiluan di kalangan media tahun 2022, Senin (19/9/2022) di roca coffe dan resto.

Lanjutnya, setelah mengumumkan persyaratan untuk calon Panwascam, mulai dari 21 hingga 27 September 2022 Bawaslu kota Palembang mulai menerima berkas seluruh calon. Dan tahapan inilah yang sedang kita maksimalkan untuk supaya partisipasi di Tahun 2022 ini bertambah jumlahnya. 

"Karena di Tahun 2017 lalu peserta calon Panwascam hampir 500 lebih. Harapan kami di Tahun 2022 ini bisa mencapai 1000 orang yang ikut mendaftar, karena jika pendaftar sedikit tidak sebanding dengan jumlah penduduk kota Palembang," jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Dadang, bahwa saat ini jumlah penduduk kota Palembang 1,6 juta jiwa, dengan DPT kurang lebih 1,2 juta jiwa. "Kalau itu pendaftar dibawah sampai 200 atau 300 orang artinya apa yang kita lakukan sosialisasi ini tidak maksimal," ujarnya.

Harapan Bawaslu kota Palembang dengan adanya sosialisasi ini, peserta pendaftar calon Panwascam akan banyak. "Untuk kebutuhan Panwascam di 18 Kecamatan se kota Palembang. Untuk satu kecamatan terdiri dari tiga Komisioner, artinya 3 kali 18 itu ada  54 orang yang akan kita lantik dan ditempatkan di setiap Kecamatan," ungkapnya.

Masih kata Dadang, dalam perekrutan calon Panwascam, berdasarkan Undang-undang Bawaslu juga mengakomodir kaum Disabel dan perempuan. "Masalah terpenuh tidaknya dalam perekrutan itu kita lihat nantinya. Makanya kami terus gencar sosialisasi kesemua pihak baik kaum perempuan maupun kaum Disabel kalau mereka tidak mau atau tidak berminat mau apalagi kita. Namun kita dorong terus agar mereka mau mendaftar bahkan mereka bisa memenuhi kuota 30 persen," pungkasnya.

Share