OKI, GLOBALPLANET - Berbagai asumsi terkait sengketa lahan SMK Negeri 3 Kayuagung, baik ditengah masyarakat maupun yang telah terpublikasi oleh sejumlah media masih menjadi dilema terutama bagi guru-guru dan siswa di sekolah tersebut.
Betapa tidak, sengketa hak kepemilikan tanah yang diduga terjadi sejak bulan Maret 2022 lalu hingga kini belum menemukan titik terang, berikut pro kontra pun bertebaran.
Meski keluarga ahli waris H. Jalil bin Dirga Dekana meminta Pemerintah menyelesaikan sengketa tanah SMKN 3 Kayuagung tersebut, namun terkesan belum ada kesepatakan antara Warga pemilik lahan dan Pemerintah setempat.
Bahkan baru-baru ini, beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah guru dan siswa SMK Negeri 3 Kayuagung rela melompat pagar demi bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM). Video beredar melalui instagram akun ogankomeringilir.info.
Seperti diketahui, hal ini terjadi disebabkan seluruh akses masuk ke sekolah tersebut telah lama diblokade oleh keluarga Ahli Waris dengan menggunakan seng 7 kaki dan ranting pohon yang bertuliskan ”Mohon Maaf kepada warga masyarakat aparat penegak hukum dan pihak berwenang, kami memagar seluruh tanah milik H. Jalil harap maklum dan terima kasih”.
Meski demikian, namun ungkapan dari salah satu guru SMKN 3 Kayuagung yang turut dalam video viral tersebut tampak merasa bersyukur hanya karena jalan akses masuk dari depan sekolah dibuka oleh ahli waris. “Alhamdulilah pada Jumat (23/9/22) pagi bisa lewat dari depan, karena kami lihat jalan masuk menuju sekolah diberi ruang untuk lewat walaupun cukup untuk tubuh saja, “ucap Guru itu.
Saat dibincangi, guru yang meminta identitasnya tidak disebutkan ini mengaku tidak mengetahui pasti kapan permasalahan ini selesai. “Meski terjadi penyegelan, namun kegiatan belajar mengajar tetap kami upayakan seperti biasa,”tutur Guru itu lagi.
Guru tersebut juga menduga, mungkin ahli waris merasa tidak puas dengan kebijakan Pemerintah Daerah, makanya mereka segel. Dia juga menyebut sampai saat ini belum juga ada tanggapan atau kepastian dari pihak pemerintah.
“Kami hanya bisa menunggu, karena di sini kami ini hanya menumpang saja. Namun karena semangat para siswa untuk masuk ke sekolah, kami para guru juga ikut semangat dalam aktifitas mengajar,” tutur Guru dimaksud seraya berharap semua dapat diselesaikan.
Sementara itu, ketika dimintai tanggapannya terkait video para guru SMK Negeri 3 Kayuang lompat pagar, Bupati OKI, H. Iskandar, SE mengatakan kepada wartawan bahwa masalah hutan kota sudah dilakukan pemberitahuan kepada pihak yang mengklaim.
“Ya bagi yang mengklaim silahkan mengklaim. Kita ke jalur hukum, jangan kita menguasai dalam arti kata sepihak. Lalu jika mereka secara sepihak mengatakan itu , ya tunjukan bukti kepemilikannya, begitu ya, “tutur Iskandar saat dibincangi Parameswara.id di Pendopo Kabupaten OKI, usai acara Urgensi Kerangka Keuangan Nasional dalam rangka kunker sejumlah anggota DPR RI ke Kabupaten OKI baru-baru ini.
Iskandar juga mengaku masih memberikan tenggang waktu kepada mereka (pihak Ahli Waris) untuk duduk bersama dalam pengertian-pengertian.










