OKU TIMUR, GLOBALPLANET - Musibah banjir yang melanda beberapa kecamatan di Bumi Sebiduk Sehaluan. Menjadi perhatian serius Komisi II DPRD OKU Timur.
Pada Minggu (11/01/2026) pimpinan dan anggota Komisi II DPRD OKU Timur meninjau lokasi terdampak banjir.
Tujuan anggota wakil rakyat ini meninjau lokasi banjir untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat serta mendata kerusakan diberbagai sektor, dari pertanian, perikanan hingga infrastruktur pascabanjir.
Saat meninjau lokasi terdampak babjir, Ketua Komisi II DPRD OKU Timur, Andi Syaiban Hidayat, SH bersama anggota Muhamad Irfanjid serta dr, Veranika Santiani Fani, MARS, CPPD, MQM.
Ketua dan anggota Komisi II, DPRD OKU Timur meninjau wilayah Kecamatan Semendawai Suku III, Belitang Mulya, dan Semendawai Timur untuk melihat dampak banjir terhadap pemukiman dan aktivitas warga.
Sementara itu, anggota Komisi II lainnya, Nardianto dan Dwi Seva Prastio,SPd meninjau di Kecamatan Belitang III dan Belitang Jaya.
Peninjauan diokuskan pada kondisi infrastruktur serta dampak banjir terhadap lahan pertanian, peternakan dan perikanan warga.
Selain itu, Vindo Faisal Anugrah bersama Edi Kurniansah juga dìtugaskan untuk meninjau wilayah Kecamatan Belitang II.
Langkah ini sebagai bagian dari pemetaan menyeluruh dampak banjir yang terjadi dì Kabupaten OKU Timur.
Saar meninjaua Ketua dan anggota Komisi II DPRD OKU Timur mencatat sejumlah kerusakan meliputi lahan pertanian, sektor peternakan, perikanan atau kolam milik warga.
Selain itu, infrastruktur jalan, baik jalan desa maupun jalan usaha tani (JUT) yang menjadi akses utama perekonomian masyarakat juga tak luput dari pantauan.
"Kondisi sungai juga menjadi perhatian kita, agar dapat segera dìlakukan perbaikan dan normalisasi,"jelas Ketua Komisi II DPRD OKU Timur, Andi Syaiban Hidayat, SH.
Penanganan dampak banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.Tetapi juga memerlukan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, mengingat luasnya wilayah terdampak dan besarnya kerusakan yang dìtimbulkan.
"Contohnya jika ada jalan maupun jembatan rusak yang notabanenya milik provinsi, maka akan kita koordinasikan dengan Pemprov Sumsel,"tambahnya.
Tentang kondisi kesehatan masyarakat, hingga saat ini belum dìtemukan laporan adanya wabah penyakit pasca banjir.
Meskipun demikian, Komisi II DPRD OKU Timur telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas setempat.
Bahkan, pihak Dinas Kedehatan dan Puskesmas telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, tadi terpantau sudah ada pelayanan kesehatan gratis, terutama dì wilayah terdampak sebagai langkah antisipasi,"ungkapnya.
Dengan meninjau ini Komisi II DPRD OKU Timur berharap seluruh data kerusakan yang telah dihimpun dapat segera dìtindaklanjuti pemerintah daerah dan pihak terkait.
Sehingga proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh seluruh kebutuhan masyarakat. Ia berharap musibah banjir tidak terjadi kembali.(dadang dinata)










