PALEMBANG - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palembang terus diperkuat. Tim Satgas Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI turun langsung meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di Jalan Tanjung Bubuk RT 03 RW 03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Minggu (30/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB, menyusul kebakaran lahan yang terjadi pada Sabtu (29/8/2026) di wilayah Koramil 418-02/Pakjo, Kodim 0418/Palembang.
Tim tidak hanya mengecek kondisi lahan pascakebakaran, tetapi juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi mengenai bahaya karhutla dan pentingnya mencegah munculnya titik api.
Tim dipimpin Brigjen TNI Anjas Asmara, S.E., M.M., CGCAE, bersama sejumlah perwira dari unsur TNI AD, TNI AL dan TNI AU.
Turut hadir Kapten Inf Iwan, Kapten Inf M. Panjaitan, Lurah Bukit Baru, Ketua RT, Ketua RW serta warga Perumahan GBM.
Berdasarkan hasil peninjauan, lokasi bekas kebakaran merupakan lahan kaplingan yang dipenuhi semak belukar dan tidak dikelola atau diurus.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lahan yang ditumbuhi vegetasi kering sangat mudah terbakar, terlebih saat cuaca panas dan kondisi kemarau.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar lahan untuk membuka maupun membersihkan area.
Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila melihat titik api atau kepulan asap agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Dandim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengapresiasi langkah Tim Satgas Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan melalui edukasi, pemantauan dan keterlibatan masyarakat harus menjadi langkah utama.
“Kami mengapresiasi kunjungan Tim Satgas Penyuluh Karhutla yang turun langsung ke lapangan. Ini menjadi langkah penting untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dan pencegahan kebakaran lahan,” ujar Kolonel Arh Erik Novianto.
Dandim menegaskan, jajaran Kodim 0418/Palembang akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat dalam melakukan pemantauan serta pencegahan karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan sampai api kecil menjadi kebakaran besar yang merugikan masyarakat. Jika menemukan titik api, segera laporkan sehingga dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam mencegah kebakaran lahan.
“Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. TNI, pemerintah, aparat terkait dan masyarakat harus bersinergi. Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar kejadian kebakaran lahan tidak terus berulang,” tutup Dandim.
Kegiatan peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi lokasi pascakebakaran sekaligus memperkuat langkah antisipasi agar api tidak kembali muncul.
Kehadiran tim di tengah masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga bahwa pencegahan karhutla harus dimulai dari lingkungan masing-masing.
Jangan bakar lahan. Jangan biarkan satu titik api berubah menjadi bencana.











