loader

Kabut Asap Menyelimuti Palembang, Warga LDII Gelar Sholat Istisqo

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Palembang menggelar sholat istisqo di halaman Masjid Al Fatah, Taman Kenten, Minggu (27/9/2026).

Sholat istisqo dilaksanakan sebagai ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan, menyusul kondisi cuaca yang masih kering serta kabut asap karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara di Kota Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Ketua DPW LDII Sumatera Selatan, H. Rahmatullah, mengatakan pelaksanaan sholat istisqo merupakan bentuk ikhtiar umat untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT di tengah kondisi karhutla yang masih berlangsung.

“Semoga dengan dilaksanakannya sholat istisqo ini, Allah SWT memberikan pertolongan dan rahmat-Nya kepada kita semua, sehingga hujan segera turun dan bencana karhutla ini dapat segera berakhir,” ujar Rahmatullah.

Menurutnya, kondisi kabut asap yang terjadi saat ini menjadi keprihatinan bersama. Karena itu, selain melakukan upaya penanganan secara nyata, masyarakat juga diajak untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT agar kondisi alam segera membaik.

Jamaah yang mengikuti sholat istisqo tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah. Mereka memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga kabut asap dapat berkurang dan kebakaran hutan serta lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel dapat segera teratasi.

Pelaksanaan sholat istisqo tersebut juga menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang dalam beberapa hari terakhir kembali terdampak asap karhutla.

Berdasarkan data kualitas udara yang tersedia pada Minggu (27/9/2026), kondisi udara di sejumlah titik pemantauan Kota Palembang masih terdampak partikulat PM2.5. Kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah akibat aktivitas karhutla.

Sementara itu, berdasarkan data pemantauan hotspot terbaru yang tersedia, pada 26 September 2026 tercatat 622 titik panas di Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, 322 titik berada di lahan gambut dan 300 titik di lahan mineral. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 381 titik.

Selain OKI, hotspot juga terdeteksi di Banyuasin, Musi Banyuasin, OKU Selatan, Ogan Ilir dan Muara Enim.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla di Sumatera Selatan masih perlu mendapat perhatian. Asap dari kebakaran lahan juga berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah perkotaan, termasuk Palembang.

Di tengah kondisi tersebut, sholat istisqo yang digelar warga LDII menjadi salah satu ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon turunnya hujan.

Rahmatullah berharap, doa yang dipanjatkan bersama tersebut mendapat ridha dan pertolongan Allah SWT, sehingga hujan segera turun dan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan dapat segera berakhir.

“Harapan kita tentunya hujan segera turun, karhutla dapat dipadamkan dan masyarakat kembali mendapatkan udara yang bersih serta kondisi lingkungan yang lebih baik,” katanya.

Share