OKU TIMUR - Peringatan Hari Rabies Sedunia (Word Rabies Day) di OKU Timur Sehaluan, menjadi momentum untuk membasmi penyakit rabies di kabupaten yang lebih dikenal sebagai daerah penghasil pangan.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur, Yuni Haryanto ketika pnutupan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Rabies Sedunia, pada Selasa (29/09/2026)
Penyakit rabies merupakan salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat maupun kesehatan hewan di OKU Timur berdasarkan data populasi tercatat jumlah hewan penular rabies (hpr) saat ini mencapai 7.116 ekor.
"Angka ini menuntut kita untuk terus waspada, proaktif, dan bersinergi dalam melakukan pencegahan serta pengendalian rabies di OKU Timur,"imbuhnya.
Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Peternakan, kita telah melaksanakan tiga rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari rabies sedunia. adapun rangkaian kegiatan tersebut."Pertama kita telah melaksanakan vaksinasi rabies massal dan serentak yang dimulai 10 sampai 25 September 2026, yang menjangkau 10 kecamatan dengan total 32 desa, serta telah berhasil mencatatkan capaian vaksinasi sebanyak 2.000 ekor hpr," jelasnya.
Selanjutnya lomba Diskannak Fun Cat Show, sebagai wadah edukasi sekaligus ajang apresiasi bagi para pecinta hewan kesayangan untuk tetap memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan mereka.
"Terakhir kita melakukan pelatihan kader siaga rabies(kasira) sebanyak 40 orang, yang dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan di tengah masyarakat dalam mendeteksi, melaporkan, serta membantu penanganan dini kasus rabies di wilayah masing-masing,"ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Yuni juga memgungkapkan gerakan pencegahan rabies tidak berhenti sampai di sini. Upaya pencegahan dan penanggulangan rabies akan terus berlanjut melalui seluruh UPTD masing-masing, baik secara pasif maupun aktif, guna memastikan OKU Timur tetap aman dari ancaman rabies.
"Saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, tim kesehatan hewan, UPTD kader siaga rabies, pihak kecamatan, desa, serta seluruh masyarakat dan komunitas pecinta hewan yang telah bahu-membahu menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini. kerja keras dan kolaborasi kita semua adalah kunci utama perlindungan kesehatan masyarakat OKU Timur.











