loader

Peran Mahasiswa Dalam Meningkatkan Kemampuan Calistung Siswa Kelas 2 SD Negeri Desa Bumi Kencana dengan Media Flash Card

Foto

Siti - Aisyaturrodiyah, Ananda Irma Utami, Fiolga Prezilia Bahri, Muhamad Afandi

Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Email : ichaaisya34@gmail.com, anandairma0310@gmail.com, fiolgapreziliabahri@gmail.com, muhammadafandi_uin@radenfatah.ac.id

Abstrak

Artikel ini dilakukan di Desa Bumi Kencana, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin. Provinsi Sumatera Selatan, Artikel ini untuk memberikan pengajaran terkait peningkatan kemampuan calistung di SDN 1 Bumi Kencana dengan media Flash card dan Lkpd. Yang siswanya berjumlah 24 siswa. tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan siswa dalam membaca, menulis dan berhitung pada siswa kelas 2 yang sedikit mengalami kesulitan dalam belajar calistung, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mana Peran mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan calistung di SD Negeri 1 Bumi Kencana yaitu dengan cara menggunakan media Flash Card dan Lkpd yang mudah dipahami dan diterima oleh siswa.

Kata Kunci : Peran Mahasiswa, Kemampuan Calistung dan Media Flash

Abstract

This article was conducted in Bumi Kencana Village, Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency. South Sumatra Province to provide teaching related to increasing calistung skills at SD N 1 Bumi Kencana using Flash cards and Lkpd media. The number of students is 24 students. The aim of this service is to improve students' reading, writing and arithmetic skills in class 2 students who are having a little difficulty in learning calistung. This research uses a descriptive qualitative approach, where the role of students in improving calistung skills at SD Negeri 1 Bumi Kencana is by using flash card and LKPD media that are easy for students to understand and accept.

Keywords: Student Role, Calistung Ability and Flash Card Media.

Pendahuluan

Secara geografis, Desa Bumi Kencana terletak di wilayah kecamatan Sungai lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, dengan masing-masing desa ada 12 dusun, salah satunya dusun Rahayu, dan dusun Sidodadi. Dari 12 dusun tersebut ada 42 Rukun Tentangga (RT).

Pendidikan saat ini sangat penting agar generasi penerus membangun peradaban khususnya peradaban Islam dan tumbuh menjadi manusia tangguh yang diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa sesuai syariat Islam. Dengan bantuan pendidikan, anak bangsa bisa menjadi manusia hebat di masa depan. Dalam hal ini peneliti berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi atau numerasi anak kelas 2 SD Negari 1 desa Bumi Kencana.

Calistung atau yang sering kita dengar (membaca, menulis dan berhitung) merupakan metode dasar menganalisis huruf dan angka pada anak, keterampilan kalistung merupakan modal utama siswa dalam mempelajari jenjang pendidikan tertinggi. Menurut (Pratiwi, 2015), kalistung memungkinkan anak membaca dan menulis serta menyerap dan mengkomunikasikan semua informasi yang ada, dan dengan menggunakan pengetahuan aritmatika, anak dapat lebih mengembangkan aspek berpikir rasional, terutama memaksimalkan aktivitas kiri. belahan otak.

Membaca merupakan keterampilan dasar bagi anak usia dini sebagai sarana segala pembelajaran. Membaca merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Kemampuan membaca erat kaitannya dengan proses persepsi dan keterampilan kognitif. Namun hal ini sering kita jumpai di lapangan, banyak anak yang belum bisa membaca dan hanya bisa menulis. Dalam hal ini membaca, menulis, dan berhitung merupakan salah satu hal yang sangat penting di sekolah dasar, siswa harus menguasai aspek membaca, menulis, dan berhitung, ketiganya memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran, karena membaca, menulis, dan berhitung dapat dilakukan. untuk anak-anak pelajari berbagai cara untuk menambah pengetahuan dan pembelajaran dapat dikatakan berbasis literasi. (Indra Fadlu, 2014). (Rahman 2014)

Menurut Farida Rahim (2005), hakikat membaca merupakan persoalan kompleks yang melibatkan banyak hal, tidak hanya tulisan, tetapi juga aktivitas visual, pemikiran psikolinologis dan metakognitif.

Pada tahun ajaran 2024, terdapat 24 siswa kelas 2 SD Negeri 1 desa Bumi Kencana, 2 siswa dari 24 siswa belum mencapai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Literasi merupakan keterampilan kunci bagi siswa sekolah dasar, diikuti dengan kemampuan menulis dan berhitung dengan baik. Guru mengungkapkan bahwa penyebab kesulitan siswa dalam membaca, menulis, dan berhitung adalah kurangnya motivasi siswa dalam belajar membaca dan kurangnya dorongan orang tua siswa.

Dalam hal ini Mahasiswa turut terlibat dalam meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung siswa Kelas 2 yaitu dengan menggunakan media kartu pelajar. Sumber daya ini memungkinkan siswa untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam mengenali huruf alfabet dan mencocokkan huruf demi huruf. Media pendidikan adalah segala bentuk dan sarana penyampaian informasi yang dirancang untuk digunakan menyampaikan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan keinginan belajar pada siswa. Dan pembelajaran dapat terstruktur dengan baik. (Nunuk Suryani, 2018). Media flashcard sendiri merupakan kartu-kartu kecil yang berisi gambar atau simbol yang membantu siswa dalam mempelajari dan mengenal huruf-huruf alfabet. Bahan kartu ini terbuat dari kertas A4, pada setiap kartu ditulis huruf dengan warna yang sangat menarik sehingga membuat siswa tertarik untuk membaca. Dalam hal ini, anak yang kesulitan membaca akan lebih mudah mengenali huruf satu per satu.

Latihan membaca, menulis, dan berhitung mempunyai kemampuan dan tujuan masing-masing. Khasiat latihan membaca adalah memperluas wawasan, meningkatkan daya pikir dan mengasah penglihatan. Sementara itu, menulis membutuhkan latihan artistik dan ketelitian. Selain itu, kemampuan berhitung juga untuk menghindari rasa gentar dan gugup anak-anak dalam belajar berhitung. Dengan berhitung, anak-anak dapat mempelajari dasar-dasar belajar matematika dengan menikmati suasana yang menarik, aman, dan menyenangkan bagi mereka. Dengan cara ini, anak-anak harus dipersiapkan sejak awal di tingkat sekolah dasar. (Alfiatus Safa’a, 2021:170)

Metode Penelitian

Metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif kualitatif. Kualitatif deskriptif merupakan metode yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Melalui teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

1. Lokasi dan Waktu Kegiatan

Penelitian ini dilaksankan di Sd Negeri 1 Bumi kencana, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin. dimana dalam penelitian ini akan membahas mengenai peran mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan Calistung (Baca,Tulis dan Berhitung) di SDN 1 Bumi Kencana.

Dengan waktu kegiatan, dilakukan pada hari kamis pukul. 09.00- 11.00 dengan jumlah siswa sebanyak 24 siswa.

2. Cara Menyelesaikan Masalah

Selama proses pelekasanaan berlangsung, sebagaian dari siswa masih belum bisa membaca dengan lurus dan benar, ada yang masih mengeja, dan untuk menulis, siswa masih ingin di diktekan belum bisa menulis dengan penuh, serta menghitungnya pun masih perlu bimbingan.

Nur Helmi dalam skripsinya tentang Upaya Guru Mengatasi Kesulitan Membaca, Menulis, dan Berhitung (Studi Kasus di SDN Kuta Pasie Aceh Akbar, 2022), mengemukakan bahwa ada 3 faktor yang menyebabkan anak kesulitan membaca, yaitu: 1. Faktor Biologis, 2). Faktor psikologis dan 3). Faktor pendidikan. Hal inilah yang menjadi faktor utama kesulitan membaca anak.(Lubis, Juhra, and Helmi 2023)

Solusi dari permasalahan tersebut adalah guru dan orang tua harus bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung anak. Terutama anak-anak jika ingin bersekolah di sekolah dasar. Anak-anak sangat perlu diajari membaca, menulis, dan berhitung dengan cara yang berbeda-beda. Ketika anak bosan belajar, orang tua dapat mengajari anak dengan bantuan media agar anak belajar dengan gembira dan nyaman.

 

Hasil dan Pembahasan

Evaluasi Contetxt

Menyelesaikan kegiatan pembelajaran menggunakan flashcard dan lembar kerja siswa terdiri dari tiga langkah yaitu. langkah pertama adalah menstimulasi penggunaan media Flash Card atau kartu bergambar yang terdapat huruf dan angka serta memberikan warna-warni yang menarik perhatian siswa untuk memudahkan pembelajaran. menstimulasi penyebutan kosakata alfabet.

Evaluasi Input

Langkah kedua adalah mengucapkan huruf dan angka pada flash card atau dengan media kartu Untuk memudahkan siswa berbicara.

Evaluasi Proses

Mahasiswa program studi guru Madrasah Ibtidaiyah menyelesaikan tahap pengenalan membaca, menulis dan berhitung. Materi pertama adalah membaca, siswa diberikan cerita sapi LPKD untuk dibaca, kemudian siswa menjawab pertanyaan di bawah ini setelah membaca.

Materi kedua yakni menulis, siswa diberikan LKPD untuk mengisi huruf abjad yang hilang. Dan materi yang ketiga yaitu siswa melafalkan angka-angka yang ada pada flash card untuk memudahkan siswa dalam mengingat angka-angka yang ada pada flash card. Setelah menghafalkan, siswa diberikan pertanyaan tentang penjumlahan dan pengurangan. Pada tahap tanya jawab ini ditentukan seberapa banyak siswa mengingat dan dapat mengucapkan angka-angka.

Evaluasi Produk

Berdasarkan penggunaan media flash card menunjukkan hasil yang positif. Hasil pengembangan ini dapat dilihat pada observasi dan wawancara. Beberapa siswa menunjukkan perubahan dalam pembelajaran calistung (membaca, menulis dan berhitung). Ada perubahan Sebelum anak yang menggunakan media flash card dan LPKD masih belum bisa mengucapkan huruf, angka dan kosa kata tertulis, namun saat belajar siswa menggunakan media Flash Card Kosakata huruf abjad dan angka mudah diucapkan dan ditulis oleh siswa serta dapat menulis dengan baik, walaupun masih ada yang menulis bolak-balik dan hurufnya hilang, namun tentunya hal tersebut tidak menjadi masalah karena siswa sudah tahu cara membaca, siswa dapat menulis dan berhitung dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media Flash Card berpengaruh terhadap pendidikan siswa kelas 2 SD Negeri 1 Desa Bumi Kencana dan prestasi belajarnya mengalami peningkatan. Mungkin Kendala yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan ini adalah sulit untuk memulai kegiatannya karena peserta didik banyak yang belum paham apa itu Flash card, dan setelah kami memberikan penjelasan maka mereka alhamdulillah bisa mengerti apa itu Flash card.

Berikut beberapa dokumentasi selama kegiatan penelitian berlangsung di sekolah SDN 1 Bumi Kencana:

Gambar. 1.1 Media Flash Card yang dipakai untuk mengenal kosa kata huruf dan angka.

 

Gambar, 1.2 Media Lkpd dalam membantu Siswa Menulis dan membaca.

 

Kesimpulan

Mahasiswa sebagai manusia yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Peran pemuda Indonesia sebagai agen perubahan dan kontrol sosial sangat efektif dalam memposisikan mahasiswa untuk melakukan aksi nyata di masyarakat. Tentunya sebagai masyarakat kita harus menyadari sepenuhnya bahwa pendidikan merupakan suatu kegiatan yang mempunyai dampak yang mengubah hidup. Hal ini menjadi salah satu motivasi tersendiri bagi mahasiswa.

Oleh karena itu, agar perubahan ini terwujud, mahasiswa harus menunjukkan kehadiran nyatanya di masyarakat. Menghadapi generasi yang kian berubah sesuai dengan perkembangan zaman yang mana masih banyak para anak-anak usia dini yang belum bisa membaca, menulis bahkan berhitung, maka dari itu mahaiswa menyikapinya dengan memberikan kontribusi dan menyalurkan ilmu yang telah didapat selama mengeyam Pendidikan di UIN Raden Fatah Palembang dengan memberikan pembelajaran Membaca, Menulis dan berhitung dengan menggunakan Media Flash Card atau kartu bergambar dan Lkpd supaya anak-anak bisa membaca dengan lancar serta bisa menulis dan berhitung dengan baik. Khusunya di Sd Negeri 1 Desa Bumi Kencana, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.

 

Referensi

Lubis, Silvia Sandi, Al Juhra, and Nur Helmi. 2023. “Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca, Menulis, Dan Menghitung (Studi Kasus Pada Sdn Kuta Pasie Kabupaten Aceh Besar).” Pionir: Jurnal Pendidikan 11(3).

Rahman, Indra Fadlu. 2014. “Peningkatan Kemampuan Membaca Kata Melalui Media Flash Card Untuk Anak Kesulitan Belajar.” E-JUPEKhu: Jurnal Pendidikan Khusus 3(September): 438–45.

Nunuk Suryani,(2018), Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya,(Peneribit:PT Remaja Rosdakarya)

Pratiwi Ema (2015), Pembelajaran Calistung Bagi Anak Usia Dini Antara Manfaat Akademik dan Resiko Menghambat Kecerdasan Mental Anak. Buku 1: Seminar Nasional Pendidikan. https://seminar.umpo.ac.id/index.php/semnasdik.2015/article/view/231. Diakses pada tanggal 22 oktober 2022.

Rahim. F,(2005), Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, Jakarta:Bumi Aksara.

Safa’ah, A.,& Ramadhani,N. (2021), Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Berbasis Indigenausai Dengan Media Flash Card. Bidayatuna Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 4(2)169-184.

Sukaris, Dkk, (2023), Implementasi Program Kerja Calistung (Membaca, Menulis, Berhitung) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak-Anak Desa Kedungrukem, DedikasiMU-Journal OF Community Service, 5(2), 137-142.

 

 

Share

Ads