Berita :: GLOBALPLANET.news

Kondisi pintu offroom Setda Lahat tertutup dengan adanya pertemuan audensi antara BPJS Kesehatan dengan Pemkab Lahat. (Foto: Ferry Andika)

13 Januari 2020 13:04:05 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Awak media di Lahat dibuat kecewa dengan pihak BPJS Kesehatan. Pasalanya, Senin (13/1/2020) awak dari media cetak maupun elektronik yang sudah mendapat undangan liputan dari bagian Protokol yang disampaikan melalui Dinas Kominfo Pemkab Lahat, untuk meliput Audensi dan paparan tentang JKN-KIS dan BPJS di larang memasuki ruang oproom Pemkab Lahat, tempat berlangsungnya pertemuan.

Pihak BPJS berdalih pertemuan tersebut bersifat intern.  Awalnya awak media tetap bersikukuh ingin berada di ruangan untuk meliput. Awak media beralasan kedatangan ke oproom atas undangan dari Bupati Lahat melalui Dinas Kominfo Pemkab Lahat.  Salah seorang pegawai BPJS sempat berujar kepada salah satu awak media agar "jangan dulu diliput". 

" Pihak BPJS minta jangan diliput dahulu.  Mohon berkenan kepada kawan-kawan media berkenan. Nanti setelah acara akan ada wawancara, "ujar Kepala Dinas Kominfo Rudi Darma,  kepada awak media sembari meminta pengertianya.  

Sementara itu, Edi, salah satu wartawan di Lahat,  menyayangkan atas larangan tersebut padahal sudah ada undangan terbuka dari Pemkab Lahat. 

 "Entah kita tak tahu ada apa sampai tidak boleh.  Padahal kita dapat undangan liputan,"ujarnya.  

Sementara, Andika salah wartawan media online juga mengaku kecewa.  Terlebih saat ini perkembangan terkait layanan kesehatan masyarakat yang bakal diberlakukan Pemkab Lahat,  sangat ditunggu warga di Kabupaten Lahat. Terlebih,  setelah Pemkab Lahat menyatakan tidak akan menggunakan BPJS lagi untuk mengratiskan layanan kesehatan bagi warga.  Sampai berita ini dimuat pertemuan masih berlangsung dan awak media masih menunggu.

Sementara saat dikonfermasi awak media kepada Kepala BPJS Kesehatan Lahat,  Ambriazal,  mengaku tidak tahu atas pelarangan tersebut.  

"Tidak tahu juga, "kata Hamrizal,  ketika ditanya melalui watshapp terkait pelarangan kepada awak media. 

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 118