Berita :: GLOBALPLANET.news

Gunung Merapi saat mengeluarkan lava pijar. (Foto: Istimewa).

19 Januari 2021 09:13:46 WIB

SLEMAN, GLOBALPLANET.news - Gunung Merapi terus memuntahkan awan panas dan lava pijar. Bahkan, gunung yang berada di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten Jawa Tengah ini 30 kali mengalani guguran lava pijar, pada Selasa (19/1/2021) dini hari.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, awan panas guguran terjadi pada pukul 02.27 WIB. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplutudo 60 mm, selama 209 detik. Jarak luncur 1,8 km ke arah barat daya sungai Krasak-Boyong. Teramati tinggi kolom 500 metet di atas puncak. Angin bertiup ke timur.

“Pada pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, juga terjadi 30 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 300-900 meter ke barat daya,” kata petugas penyusuan laporan aktivitas gunung Merapi BPPTKG Triyono, Selasa (19/1/2021), dilansir dari SINDONews.

Petugas juga mencatat gempa guguran sebanyak 31 kali dengan amplitudo 4-46 mm, Durasi 24-103 detik dan gempa hybrid atay fase banyak 2 kali, dengan amplitudo 3-5 mm, S-P : 0.3-0.4 detik, durasi 7.2-7.4 detik.

Secara meteorologi cuaca cerah. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 14-20 °C, kelembaban udara 71-93 %, dan tekanan udara 563-686 mmHg. Secara visual gunung jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah. “Tingkat aktivitas Gunung Merapi level III (Siaga),” paparnya.

Petugas pada Senin (18/1/2021) pukul 18.00 WIB-24.00 WIB juga mencatat terjadi guguran lava pijar 10 kali dengan jarak luncur 300-600 meter ke barat daya. Gempa guguran 28 kali dan gempa hembusan 3 kali.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Untuk itu penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Merapi.

 

Reporter : globalplanet Editor : amarullah 354