Berita :: GLOBALPLANET.news

Kasi Surveilans dan Imunisasi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Yusri. (Foto: Rachmad).

04 Februari 2021 13:47:32 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Sebanyak 7.319 tenaga kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan batal menjalani vaksinasi COVID-19 dikarenakan tidak memenuhi syarat berlaku sebagai penerima vaksin.

Kepala Seksi Survei dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Yusri, mengatakan, sejak dilakukan vaksinasi perdana 14 Januari lalu hingga saat ini, jumlah tenaga kesehatan yang telah di vaksin mencapai 16.776 orang dari 48.711 orang yang ada.

"7.319 tenaga kesehatan yang batal divaksin itu karena memiliki penyakit penyerta yang dapat berisiko tinggi terhadap kesehatannya," kata Yusri, Kamis (4/2/2021). 

Hingga saat ini proses penyuntikan vaksin sudah berjalan 34,44 persen di 16 kabupaten dan kota di Sumsel. Sedangkan satu Kabupaten yakni Empat Lawang yang belum melakukan vaksin dan direncanakan dimulai hari ini 4 Februari 2021.

"Masih rendahnya angka pemberian vaksin untuk tenaga kesehatan tersebut akibat belum meratanya pemberian vaksin ke seluruh daerah di Sumsel. Sedangkan satu Kabupaten yakni Empat Lawang yang belum melakukan vaksin direncanakan dimulai hari ini 4 Februari 2021," jelasnya. 

Selain itu, terdapat ada 2.353 tenaga kesehatan lain yang ditunda untuk penyuntikan vaksin COVID-19. 

"Untuk tenaga kesehatan yang ditunda itu harus dijadwalkan ulang oleh petugas vaksinasi. Mereka ditunda karena ketika akan divaksin kondisi kesehatannya tidak memungkinkan," tambahnya. 

Yusri menjelaskan, Sumsel telah mendapatkan jatah vaksin COVID-19 Sinovac berjumlah 100.200 dosis. Saat ini semua vaksin dan telah didistribusikan ke 17 Kabupaten dan Kota.

"Kami berharap kabupaten dan kota segera menyelesaikan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan cepat dilakukan. Sehingga nantinya pemberian vaksinasi ini juga bisa diberikan kepada masyarakat," tutupnya. 

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : amarullah 164