Berita :: GLOBALPLANET.news

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana (Foto:Teddy).

19 Februari 2021 13:31:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Terdakwa Joko Zulkarnain, satu dari enam terdakwa perkara kasus narkotika jenis sabu sebanyak 4 kg yang dilakukan oleh mantan anggota DPRD Doni dan kawan-kwan, berhasil melarikan diri saat sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Terdakwa merupakan tahanan Kejari Palembang dan saat ini semestinya masih menjalani proses persidangan.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim, Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kasat Narkoba Kompol Rivanda ketika dikonfirmasi, Jumat (19/2/2021) mengatakan Polrestabes Palembang sudah melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan negeri (Kejari) Palembang.

"Jadi kita sudah mempersiapkan tim untuk memback up membantu untuk mencari tahanan yang kabur tersebut," katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Ketika di tanya tim Sat Reskrim yang akan dipersiapkan untuk melakukan pengejaran. Edi menuturkan kita akan menurunkan tim Sat Reskrim dari Opsnal Unit Pidana Umum (Pidum) dan Opsnal Unit Ranmor Polrestabes Palembang.

"Saat ini anggota sudah kita sebar di lapangan untuk melakukan penyelidikan dan pencarian serta penangkapan," tegas Edi.

Lalu, untuk kaburnya tanahanan tersebut bisa kabur, Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan, untuk sementara pihaknya sudah mengambil keterangan saksi-saksi, "Dari saksi pembantu tersangka, dan ada beberapa saksi dari pihak kejaksaan yang melakukan pengamanan di rumah sakit," jelasnya.

Untuk diketahui bahwa terdakwa atas nama Joko Zulkarnain kabur sejak 16 Januari lalu dan hingga kini masih kita buru keberadaannya,” ujar Agung, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari, Jumat (19/2/2021).

Ia menjelaskan, kronologi kaburnya Joko Zulkarnain, saat tahanan di Rutan Pakjo itu menjalani perawatan di lantai 3 RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Dari hasil rekam medis yang dilakukan, Joko mengalami pembengkakan pada paru-paru. Saat itu ia dikawal oleh dua petugas Kejari Palembang.

“Disaat kejadian itu, petugas kami pergi mencari makanan saat Joko dirasa sudah tidur. Saat itu tangannya juga diborgol di ranjang,” ujarnya.

Namun rupanya, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Joko untuk melarikan diri. Dari rekaman CCTV, Agung mengatakan, petugas berjalan meninggalkan ruang perawatan pada pukul 21.35 WIB.

Sedangkan Joko pergi meninggalkan ruang rawat pada pukul 21.43 dan petugas kembali ke tempat itu pada pukul 21.55 WIB.

“Jadi tidak sampai 20 menit dia ditinggal sendiri. Dari rekaman di CCTV, tahanan itu berjalan seorang diri. Istilahnya dia menyamar seperti pengunjung dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa sehingga bisa kabur,” ujarnya

Reporter : A Teddy Kusuma Editor : M.Rohali 129