loader

Harga Karet Naik Menambah Semangat Petani

Foto

LAHAT, GLOBALPLANET - "Alhamdulillah, walau tidak terlalu tinggi, setidaknya bisa buat semangat untuk menyadap getah karet. Kalau selama ini kami tinggal biarkan saja," kata Hendra petani karet di Kota Lahat, Kamis (5/11/2020)

Beragam hal jadi pemicu kenaikan harga saat ini. Diantaranya, kondisi cuaca di Thailand selaku produsen yang jadi kompetitor bagi Indonesia, sedang mengalami musim hujan. Sehingga produksi karet di Thailand mengalami penurunan.

Selain itu, menguatnya tingkat penjualan mobil di China. Beberapa komponen mobil berbahan baku karet alam, dan permintaan pasar beberapa negara seperti Jepang, Eropa dan Amerika juga mulai beranjak naik.

" Itu sejumlah penyebab naiknya harga karet. Ada juga karena kenaikan harga minyak dunia dan komoditas lain sebagai bahan baku karet sintetis, mengakibatkan peningkatan permintaan terhadap karet alam yang lebih murah," jelas Kepada Dinas Perdagangan Lahat, Fikriansyah SE, MSi.

Selain naiknya harga karet, komuditi lain seperti sembako ikut alami kenaikan dan penurunan harga. Diantaranya, ayam boiler jika sebelumnya Rp 32 ribu jadi Rp 35 ribu, bawang merah lokal Rp 35 ribu jadi Rp 38 ribu. Sedangkan yang alami penurunan, cabe merah dari Rp 35 ribu jadi Rp 25 ribu, cabe rawit Rp 28 ribu jadi Rp 26 ribu.

Untuk bawang putih juga alami penurunan, dari Rp 25 ribu jadi Rp 24 ribu, daun bawang Rp 15 ribu jadi Rp 10 ribu, kubis Rp 5 ribu jadi Rp 4 ribu, buncis Rp 13 ribu jadi Rp 10 ribu, wortel Rp 8 ribu jadi Rp 6 ribu, sawi Rp 7 ribu jadi Rp 6 ribu, dan kentang Rp 13 ribu jadi Rp 12 ribu.

"Naik turun ini biasa terjadi, faktor penyebabnya juga banyak, bisa karena alam dan lainnya," sampainya.

Share

Ads