loader

Pengurus GAPKI Periode 2023-2028 Resmi Dikukuhkan, Wapres Ma'ruf Tekankan 5 Hal Penting Soal Sawit

Foto
Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin

JAKARTA, GLOBALPLANET - Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) periode 2023-2028 yang diketuai oleh Eddy Martono resmi dikukuhan oleh Pembina GAPKI Joko Supriyono di saksikan oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta Pusat, Rabu (12/04/2023) sore.

Dalam sambutannya Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin menekankan 5 hal kepada GAPKI sebagai langkah strategis.

1.    GAPKI Supaya memperkuat jalur kemitraan antara petani dengan perusahaan besar, termasuk pada program Peremajaan Sawit Rakyat.

“Prinsip kemitraan yang didasari asas manfaat, berkelanjutan, dan saling menguntungkan harus terus dipromosikan. Kita tidak ingin produktivitas perkebunan saja yang meningkat, tetapi juga pendapatan dan kesejahteraan petani sawit rakyat," sebutnya.

2.    Wapres menegaskan, perlunya pendampingan dan bimbingan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) lahan sawit rakyat.

"Langkah ini perlu ditempuh untuk ciptakan sistem usaha perkebunan kelapa sawit yang layak ekonomi, layak sosial budaya, dan juga ramah lingkungan," tegasnya.

3.    Ma’ruf Amin juga mengajak anggota GAPKI dan perusahaan kelapa sawit untuk meningkatkan dan mengoptimalkan program corporate social responsibility (CSR) bagi masyarakat sekitar kebun, termasuk untuk lingkungan lestari, kesehatan, pendidikan, dan pembinaan masyarakat.

4.    Meningkatkan kepeloporan anggota GAPKI dalam mengembangkan wilayah-wilayah terpencil dengan tetap menjaga kelestarian alam setempat. Banyak daerah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi telah berkembang karena ekonomi kelapa sawit," ungkapnya.

5.    Ma'ruf menekankan, agar pemberdayaan masyarakat sekitar perkebunan lebih ditingkatkan. Misalnya, GAPKI dapat bekerja sama, membina, dan membimbing pondok pesantren dalam melahirkan santripreneur di bidang perkebunan dan industri kelapa sawit.

"Terdapat kurang lebih 34 ribu pondok pesantren di Indonesia dengan jumlah santri tidak kurang dari 4,76 juta orang. Sekitar 44,2 persen pesantren punya beragam potensi ekonomi, mulai dari pengembangan koperasi UMKM dan ekonomi syariah, agribisnis, peternakan, perkebunan, maupun vokasional," tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Selanjutnya Ma'ruf Amin juga mendorong jajaran kementerian/lembaga terkait untuk segera melakukan harmonisasi regulasi, terutama dalam penyelesaian status perkebunan di kawasan hutan serta percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat, yang realisasinya masih belum sesuai target.

Dalam kesempatan yang sama, dia mengapresiasi seluruh jajaran pengurus GAPKI periode sebelumnya yang telah memberikan kontribusi positif kepada perkembangan kelapa sawit Indonesia.

"Harapan saya, pengurus yang baru yang nanti terpilih akan terus giat berkarya dan membawa lebih banyak kemajuan, tidak saja bagi GAPKI, tetapi juga kemajuan perkelapasawitan di Indonesia secara keseluruhan," pungkasnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara. Devisa ekspor pada 2022 mencapai US$ 39,28 miliar. Angka ini tercatat sebagai rekor tertinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ke depan, industri kelapa sawit diyakini tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional, karena mendukung sepertiga kebutuhan minyak nabati dunia. 

Diperkirakan, permintaan produk sawit untuk pangan atau oleofood akan mencapai US$ 106,16 miliar pada 2035. Sedangkan untuk industri oleokimia mencapai US$ 190 miliar. Selain itu, industri kelapa sawit mampu menyediakan lapangan kerja yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

Untuk itu, potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Oleh karenanya, pemerintah terus meningkatkan tata kelola kelapa sawit, antara lain, melalui Rencana Aksi Nasional Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024," tegasnya.

Ketua Umum GAPKI Periode 2023-2028 Eddy Martono 

Pihaknya akan all out dukung GAPKI. “Harapan kita, tentu sawit yang menjadi modal dasar bangsa ini, jangan karena kita semua ini menjadi turun," ucap Syahrul.

Ketua Umum GAPKI Periode 2023-2028 Eddy Martono menegaskan tantangan industri sawit semakin berat di masa berikutnya baik di dalam dan luar negeri.

Di dalam negeri adalah tantangan produksi sawit mulai stagnan dan PSR tidak berjalan baik.

“Disinilah peranan GAPKI untuk terlibat dalam penyelesaian berbagai masalah tadi. Kemitraan sebagai salah satu solusi peningkatan produktivitas masyarakat, ” jelas Eddy.

Eddy Martono, menuturkan GAPKI akan meningkatkan kapasitasnya sebagai mitra strategis pemerintah yang telah berjalan baik di periode sebelumnya.

Share