OKUT, GLOBALPLANET. - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Wakimin, melalui Kepaka Bidang (Kabid) Kebudayaan Muhammad Ridwan, didampingi pelatih Latifah Amelia, pada Rabu (04/11/2020), mengatakan, tari sambut Sebiduk Sehaluan salah satu ciri khas Komering untuk menyambut tamu penting. Jumlah penari harus ganjil 3,5, 7 prosesi yang penting dalam pertunjukan tari ini saat menyerahkan tepak bersisi sikapur sirih sebagai simbol rasa hormat dan ucapan selamat datang kepada tamu undangan.
"Tari Sambut Sebiduk Sehaluan ini diciptakan dan merupakan cikal bakal pemekaran dan inisiatif pemkab OKU Timur sebagai identitas Komering pada 2007 pencetusnya saat itu Ery Antoni dan Febrita Lustia Herman Deru saat itu sebagai Ketua Umum Pengurus sanggar Sebiduk Sehaluan," katanya.
"Tari Sambut Sebiduk Sehaluan ini merupakan tari khusus penyambutan untuk tamu penting bukan tari untuk acara pernikahan maupun yang lain," ujarnya.
Setiap ada tamu penting datang ke kabupaten yang lebih dikenalkan sebagai daerah lumbung pangan ini disambut dengan tari Sambut Sebiduk Sehaluan. Jika awal-awal masyarakat belum banyak yang mengetahui saat ini sudah banyak masyarakat yang tahu dengan tari ini.
Bahkan sekarang tari sambut ini dijadikan
refrensi penelitian mahasiswa contohnya mahasiswa dari STKIP Muhammadiyah, yang melakukan penelitian dan meminta informasi tetang tari Sambut Sebiduk Sehaluan berserta musik iringan dan mengetahui filosofi, gerak dan kostum.
Dia juga menambahkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ada bidang Kebudayaan, yang konsentrasi mengurus tetang kebudayaan. Mahasiswa yang datang untuk melakukan penelitian langsung mengikuti praktek maupun latihab tari sambut Sebiduk Sehaluan.
"Bagi siapapun yang berminat untuk menekuni seni budaya termasuk tari sambut Sebiduk Sehaluan di OKU Timur ada Sanggar Seni Sebiduk Sehaluan yang bisa menjadi wadah bagi penggiat seni, dibawah binaan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur," imbuhnya .











