PRABUMULIH GLOBALPLANET.news - Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi dalam arahannya mengatakan, dalam menembak terdapat delapan teori yaitu cara berdiri, pegangan, tarikan nafas, kelurusan pandangan, gambar bidik, remasan picu, tatap focus dan perbaiki kedudukan.
"Wajib diperhatikan dalam latihan menembak yakni perlakukan senjata seolah – olah ada peluru di dalam senjata, jangan memasukan telunjuk/ujung jari di treger/picu sebelum ada aba-aba untuk melakukan penembakan, jangan mengarahkan laras pada sasaran yang tidak ingin dihancurkan (bukan sasaran tembak), serta memperhatikan keselamatan dan keamanan sekitar," ujar Kapolres.
Kapolres menambahkan, latihan ini diharapkan bisa mengasah kemampuan menembak bagi anggota TNI/Polri serta menjalin latihan bersama demi kekompakan antara Polres Prabumulih dan YonZipur 2/SG.
Di tempat yang sama, Danyonzipur 2/SG Mayor CZi Alfian Rahmad Purnamasidi, mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan ini. Selain untuk mengasah kemampuan masing-masing anggota, Danyonzipur 2/SG juga menegaskan latihan ini juga sebagai sarana untuk bertukar pengalaman dalam bidang latihan menembak.
“Prosedur dalam latihan hendaknya dilaksanakan dengan baik, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam latihan. Pegang teguh prosedur pengamanan, sehingga pelaksanaan berjalan aman,”.
Kegiatan menembak senjata laras pendek diawali dengan Kapolres, Danyonzipur 2/SG, Wakalpolres, Perwira Polres Prabumulih dan personil Polres Prabumulih dan anggota Yonzipur 2/SG.











