PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Dari pantauan langsung Globalplanet di lapangan, penjagaan yang biasa hanya di jaga petugas di pos gerbang pintu masuk Mapolrestabes saja. Kini ditambah petugas Provost dan 2 petugas Sat Sabhara yang salah satunya dilengkapi senjata laras panjang jenis SS 1.
Semua kendaraan yang akan masuk di perhatikan dan di tanya oleh petugas dan apabila ada kendaraan terutama sepeda motor yang membawa barang - barang banyak langsung di minta berhenti dan diperiksa petugas.
Ketika di tanya globalplanet, petugas yang melakukan penjagaan tidak mau memberikan komentar terkait tugas penjagaan tersebut.
"Seperti biasa mas, gak ada yang berubah. Protap nya kayak sebelumnya sudah seperti ini," kata perwira menengah yang tidak mau menyebutkan namanya.
Sama hal nya petugas yang sendirian membawa senjata Laras panjang SS 1 ketika di tanya jenis senjatanya. "Saya tidak tau, saya bukan Brimob," elaknya.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji ketika ditemui mengatakan dengan berkembang dinamika situasi di Jakarta tentang penindakan kepolisian terhadap beberapa masyarakat dengan penolakan kegiatan kepolisian dilakukan.
"Artinya Polri ini organisasi yang sifatnya nasional, semuanya sama. Namun memang kalau di bilang ke siap siagaan memang setiap waktu atau hari tentu polri siap siaga," katanya Selasa (8/12/2020) di Aula Mapolrestabes Palembang.
Lanjutnya, akan tetapi dengan adanya ormas seperti ini yang pertama yang akan dilakukan frekuensi nya pencegahan, SOP di seluruh markas - markas kepolisian sama.
"Tetap memang selain melakukan perlindungan dan penegakan hukum juga kita memberikan pelayanan, artinya seperti rutin yang ada," jelas Anom.
Masih katanya, terkait penegakan tersebut tentunya Polri lebih kepada preventif dan himbauan - himbauan kepada masyarakat terutama penyadaran tentang betapa pentingnya hukum itu harus dipatuhi semua pihak termasuk polri.
"Jadi artinya kalau polisi melakukan tindakan juga sesuai dengan aturan hukum yang ada, jadi tidak bisa sembarangan juga," tutupnya.











