PRABUMULIH, GLOBALPLANET.news - “Prabumulih verifikasi sebagai kabupaten/kota bebas Buang Air Besar (BAB) sembarang. Kegiatan ini dalam rangka mengubah perilaku masyarakat, agar tidak BAB sembarang. Harus terus dijaga dan dikawal,” ujar Kabid Penyehatan Air dan Perumahan Kemenkes RI, Susana, Kamis (10/12/2020).
Dikatakan Susana, predikat ODF yang diraih Kota Prabumulih tidak terlepas dari peranan berbagai pihak, mulai dari meningkatnya kesadadan masyarakat untuk berprilaku pola hidup bersih dan dukungan tenaga kesehatan mendorong Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) guna mewujudkan 100 persen ODF.
"Mewujudkan 100 persen ODF, perlu dukungan semua pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan instansi terkait. Kita apresiasi kerja Pak Walikota, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup melalui program bangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Layak Huni (RLH) tanpa APBD,” ujar dia.
Pemerintah Indonesia, kata Susana, memiliki program pada 2024 bebas BAB sembarangan. Guna mewujudkan program tersebut, peranan penerintah daerah sangatlah penting. "Kita minta dukungan semua kabupaten/kota dalam mewujudkannya,” ucap dia.
Terpisah, Staf Ahli Gubernur Sumsel, DR H Rosidi Hasan menambahkan, kalau kesehatan memang faktor penting. Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan Pemkot Prabumulih dalam mewujudkan pembangunan kesehatan bagi masyarakat.
"Salah satunya pembangunan RTLH menjadi layak huni. Ini merupakan sebuah inovasi dan patut dicontoh serta ditiru dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat,” jelas dia.
Sementara itu, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya, mengatakan, menjaga kesehatan sangatlah penting untuk dilakukan. "Saya berkomitmen mewujudkan kota sehat, sesuai perkataan dan perbuatan. Menurut saya, kota sehat itu adalah kumpulan program mendukung kesehatan,” bebernya.
Lebih lanjut dia mengatakan, falam menjalankan program, dirinya tidak terlalu membutuhkan penghargaan. Hal terpenting yakni realita program berdampak kepada masyarakat. "Contohnya program RTLH, penolakan batu bara, dan lain-lainnya,” pungkasnya.











