PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Harno menyebut, tak tercapainya serapan anggaran sepenuhnya disebabkan Pemerintah Kota Palembang lebih fokus kepada penanganan Covid-19 di Palembang ketimbang pengelolaan dan target pembangunan kota.
"Kondisi pandemi membuat susunan rencana dan semua target pembangunan yang kami buat tidak terlaksana," ujarnya usai Vidcon bersama Kemendagri RI, Selasa (15/12/2020).
Harnojoyo menegaskan, meski Pemkot Palembang tidak menggunakan keseluruhan APBD tahun 2020. Penyerapan 80 persen masih dinilai standar secara pendataan nasional.
"Tahun ini anggaran kita Rp 4,1 triliun dan tidak terserap semua, kita tidak bisa sampai 100 persen akibat anggaran dialihkan untuk Covid-19," tegasnya.
Sedangkan untuk target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2021, Pemkot Palembang merencanakan anggaran tersebut mencapai Rp4,33 triliun. Angka itu sudah termasuk pembentukan kawasan kota dan berbagai agenda pembangunan lanjutan.
"Rencana belanja daerah pada 2021 sebesar Rp4,33 triliun," singkatnya.
Dari anggaran yang telah direncanakan untuk tahun depan, Harnojoyo berharap dengan angka tersebut mampu meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD). Sebab PAD menjadi indikator penting penilaian keberhasilan penyelenggaraan otonomi wilayah.
"Tahun depan harapannya PAD kita bisa naik karena tahun ini baru mencapai 75 persen dari target," pungkasnya.











