MUBA, GLOBALPLANET.news - "Kabupaten Muba menjadi daerah pertama yang menerapkan atau mengimplementasikan program PSR, bahkan terluas dalam pemanfaatannya. Dari data terakhir, realisasi Rekomtek PSR mencapai 14.920 hektar," ujar Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir, dalam acara Hari Perkebunan Nasional ke-63 Kabupaten Musi Banyuasin, di Opp Room Pemkab Muba, Kamis (17/12/2020).
Lebih lanjut Ibir mengatakan, dari keseluruhan lahan PSR, 4.446 hektar tahap pertama yang belum masuk TM 1, namun sudah panen dengan luas 1.781 hektar yang menghasilkan tandan buah segar (TBS) dengan rerata berat tandan (RBT) di atas 4 Kg per tandan.
"Kita berharap saat panen raya tahap 1 Proram PSR di Muba nanti dapat dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, sebagaimana saat Beliau melakukan launching pada 2017 lalu," harap dia.
Sementara, Bupati Muba Dodi, mengatakan, sektor perkebunan menjadi penyumbang ekspor terbesar di lndonesia. Bahkan sektor ini tidak berpengaruh saat pandemi COVID-19 berlangsung. "
Jika kondisi sudah pulih, kita berharap Bapak Presiden RI Joko Widodo dapat melihat pohon sawit yang beliau tanam 30 bulan lalu. Ini sebagai bukti bahwa proram PSR sudah berjalan baik, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin," tandas dia.
Dalam peringatan Hari Perkebunan Nasional ke-63 Kabupaten Musi Banyuasin tersebut, turut hadir pula Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan RI, Dedi Junaedi.











