PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Kerajinan yang paling banyak diburu masyarakat untuk perayaan malam tahun baru itu melempem lantaran sepi pembeli. Hal itu membuat para pengrajin dan penjual bingung, karena pergantian tahun merupakan ajang untuk meraup rejeki tambahan.
Kondisi itu terlihat di salah satu kampung pengrajin terompet khas tahun baru di di Lorong Kenduruan, RT 60, RW 59, Kelurahan 4 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Para pengrajin di kampung itu mengalami penurunan omset hingga 80 persen.
"Padahal tahun ini untuk harga perbuah terompet sudah di turunkan dari semula Rp 10 ribu kita turunkan jadi Rp 8 ribu, namun pesenan serta pembeli masih sangat sepi," ujar salah satu pengrajin terompet, Aisah saat dibincangi Globalplanet.news, Senin (28/12/2020).
Tahun lalu, kata dia, pesanan terompet dalam satu hari bisa mencapai 100 buah dengan nominal uang Rp 1 Juta, sedangkan untuk tahun 2020 pesanan hanya 25 buah per hari.
"Iya, adanya larangan dan himbauan dari pemerintah untuk tidak berkerumun, itu sangat berdampak pada pemesanan terompet," tukasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, para pedagang eceran pun saar ini sangat sedikit sekali melakukan pemesanan. "Kini tidak banyak lagi memesan bahkan langganan kami pun dari 10 pedagang eceran hanya 4 yang memesan tahun ini," tutupnya.











