PALEMBANG, GLOBALPLANET - Sedangkan Jembatan Ampera tetap dibuka untuk lalulintas karena tidak diijinkan ada perayaan malam tahun di jembatan ikonik itu.
Agar tidak terjadi pelanggaran sehingga timbul kerumunan, tim gabungan akan berjaga pada lokasi yang biasa terjadi penumpukan massa. Selain itu, juga dikerahkan petuyas stasioner yang melakukan patroli.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan ada beberapa titik atau spot yang diperkirakan menjadi tempat kerumunan masa akan ditutup.
"Kita berkoordinasi dengan pemerintah kota (Pemkot), TNI, dan polisi sendiri akan menutup kawasan area Benteng Kuto Besak (BKB) dan area Jakabaring," katanya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengamanan Malam Tahun Baru 2021 Polrestabes Palembang, Selasa (29/12/2020).
Penutupan yang dilakukan sendiri bertujuan supaya masyarakat bisa mengindahkan. "Ini demi untuk kenyamanan dan kesehatan bersama," tuturnya.
Himbauan terus dilakukan kepada masyarakat supaya tidak membuat acara atau kegiatan kerumunan, dan apabila masih membandel maka akan dikenakan sanksi.
"Sangsi jelas yakni semua mengacu kepada UU karantina Kesehatan, dan apabila ada hal yang dilanggar maka polisi dan unsur terkait pemkot, Kodim, selaku yang berwenang maka akan berlaku pasal pidana yakni 212, 214, dan 216 KUHP," tegas orang nomor satu di Polrestabes Palembang ini.
Sementara, untuk arus lalu lintas terutama di atas jembatan Ampera, itu tetap dibuka dan tidak ada penutupan jalan. "Tetap dibuka untuk pengendara yang melintas dengan konsekuensinya anggota akan disebar di tempat tersebut, dan skema tersebut sudah dibuat dan disiapkan," tukasnya.
Dari evaluasi sementara di Kota Palembang arus lalu lintas ada sedikit peningkatan dan tingkat okupasi hunian hotel juga meningkat. "Ada prediksi bahwa masyarakat pendatang juga ada di Kota Palembang," tutup Anom.











