loader

Proyeksi 2021, Produksi CPO Diprediksi Tetap Hijau di Tahun Kerbau Logam

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - "Produksi CPO di 2021 diperkirakan ada kenaikan, tetapi tidak signifikan, di kisaran 3 persen," ujar Ketua Gapki Sumsel, Alex Sugiarto kepada Globalplanet.news, Kamis (31/12/2020).

Pertumbuhan produksi CPO dipengaruhi berbagai faktor yang saat ini masih terjadi, seperti adanya cuaca ekstrim yang disebabkan el nino/la nina, pemupukan yang rendah dan kurang pemeliharaan infrastruktur jalan di perkebunan. Akibatnya keluarnya buah saat musim hujan terkendala. 

"Produksi CPO di Malaysia juga rendah karena pengaruh lockdown yang menyebabkan kekurangan tenaga kerja asing di perkebunan," kata dia.

Lebih lanjut Alex menuturkan, terhadap demand atau permintaan CPO luar negeri, pihaknya memprediksi masih mengalami trend yang positif terutama di semester 1 2021.

"Saat ini di negara produsen minyak nabati lain seperti kedelai di Amerika Aelatan sedang mengalami kekeringan, sun flower di Eropa Timur/Rusia ada pembatasan ekspor serta pengaruh cuaca dingin, sehingga negara pengimpor minyak nabati beralih ke CPO," jelas dia.

"Termasuk China yang secara ekonomi mulai tumbuh positif, permintaan CPO tumbuh untuk persiapan menyambut hari raya Imlek dan masyarakatnya mulai mengurangi konsumsi minyak hewani," sambung Alex.

Sedangkan untuk demand CPO dalam negeri, Alex mengatakan, pihaknya memperkirakan ada kenaikan, baik untuk konsumsi/makanan, industri Oleochemical dan Biodiesel. "Namun tingkat kenaikan dipengaruhi oleh komitmen pemerintah terhadap program biodiesel," ucap dia.

Dengan melihat kondisi-kondisi ini, diperkirakan harga CPO masih cukup baik di semester-1 2021. "Sedangkan di semester-2 sangat tergantung dari perubahan kondisi yang ada, seperti produksi minyak nabati lain, program biodiesel, dan lainnya," tandas dia.

Share