loader

Indonesia Menuju Standar Sawit yang Hormati HAM

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - "Dalam konteks HAM di kelapa sawit, kita beruntung karena GAPKI justru dipercaya untuk menata isu pekerja," ujar Sumarjono, Kamis (31/12/2020).

Terkait adanya larangan dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat terkait impor minyak sawit mentah (CPO) dari produsen Malaysia Sime Darby Plantation atas tuduhan kerja paksa dalam proses produksi. Sumarjono mengatakan, dahulu Donal Trump memilih pilih jargon "America First" dengan mengabaikan isu global yang selalu jadi instrumen untuk memperkukuh status US sebagai "pemimpin dunia".

"Sepertinya Joe Biden ingin mengembalikan status "pemimpin dunia". Jadi isu global (HAM, lingkungan dll) akan dimainkan. Tinggal giliran negara mana yang duluan mau dihajar," jelas dia.

Dalam konteks HAM di kelapa sawit, Sumarjono menuturkan, Indonesia beruntung dipercaya untuk menata isu pekerja. Dimana dua tahun terakhir, melalui program Organisasi Buruh Dunia atau International Labor Organization (ILO), Pemerintah AS membantu GAPKI melakukan peningkatan kondisi dan hak pekerja di perusahan dan petani sawit.

"Ini akan jadi modal dan bukti bahwa Indonesia sudang, sedang dan akan terus menuju standar sawit yang menghormati HAM selain lingkungan," jelas dia.

Namun, untuk mencapai itu semua, lanjut dia, pihaknya berharap dukungan Pemerintahan Joe Biden akan semakin besar karena sejalan dengan agenda politik globalnya. "Tugas pemangku kepentingan di sawit untuk akselerasi dan eskalasi," tandas dia.

Share