PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Bagaimana dampak dengan industri dalam negeri seperti sawit yang menyerap belasan juta tenaga kerja, Ketua Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Sugiarto mengatakan, keputusan pemerintah terhadap penutupan akses bagi WNA masuk ke Indonesia tidak akan berdampak terhadap ekspor kepala sawit, karena hal ini berlaku untuk keluar masuk atau arus orang bukan barang.
“Terkait keputusan ini dan Covid-19 varian baru ini, kami sangat mendukung keputusan pemerintah dan Industri kelapa sawit tetap komit dan konsisten untuk menerapkan protokol Covid-19 yang ketat dalam menjalankan operasional kebun dan pabrik,” ujarnya, Jumat (1/1/2021).
Alex melanjutkan, ekspor kelap sawit menunjukkan tren positif terutama produk olahan CPO dan laurik (PKO dan olahan PKO). Ekspor ke China dan Timur Tengah menjadi kontributor utama kenaikan ekspor.
Untuk pasar domestik, sambung Alex, permintaan juga meningkat. Dukungan pemerintah dengan tetap komitmen dan konsisten dalam implementasi mandatori B-30, dan industri oleokimia untuk bahan baku sabun, antiseptik (hand sanitizer) dll, mampu menjaga dan menstabilkan konsumsi minyak kelapa sawit.











