PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak, tahun ini ada 101 persil yang harus dibebaskan. "Pembangunan akan dimulai kalau Pemkot telah menyelesaikan pembebasan lahan sebanyak 101 persil," ujarnya, Kamis (28/1/2021).
Sejumlah lahan yang akan dilakukan pembebasan antara lain, lahan kosong milik warga, ruko dan perkantoran di kawasan setempat. Mengingat bentang Flyover Simpang Sekip nanti akan dimulai dari Jalan Basuki Rahmat menuju ke Jalan R Soekamto.
"Nanti, belokan yang mengarah ke angkatan 66 kita rencanakan diperluas juga, makanya kantor camat juga ikut kita bongkar. Sudah dilakukan pendekatan ke masyarakat terkait rencana pembangunan agar tidak timbul pro dan kontra," jelasnya.
Bastari menerangkan, informasi terbaru terjadi perubahan desain dari rancangan awal. Yakni dari panjang sebelumnya direncanakan 750 meter dipotong menjadi 400 meter.
"Untuk desain BBPJN yang membuatnya, tapi nanti desain yang digunakan tetap dipakai yang tahun 2016. Kami berharap masyarakat mendukung kesuksesan pembangunan infrastruktur, apalagi tujuannya untuk mengurai kemacetan dan setelah pembebasan lahan selesai baru bisa pengerjaan fisik oleh Balai," tutur dia.
Sebelumnya salah satu lokasi dari 101 persil yang masuk dalam pembebasan lahan tersebut, yakni Kantor Kecamatan Kemuning milik Pemkot Palembang yang telah dibongkar dan sudah relokasi ke tempat baru pada 2020 lalu. "Sementara 100 persil lainnya ditargetkan mulai pembebasan lahan tahun ini," singkatnya.











