MUBA, GLOBALPLANET.news - "Kita bangun gedung rawat inap khusus kelas III berkapasitas 75 kamar dengan total 180 bed atau tempat tidur pasien," ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin saat dibincangi usai melakukan Ground Breaking Pembangunan Gedung RSUD Sekayu, Kamis (4/2/2021).
Pembangunan gedung yang menggunakan anggaran sebesar Rp 151.122.905.000 itu bukan tanpa alasan. Sebab, berdasarkan data terakhir di 2020, kunjungan pasien rawat inap sebanyak 15.783 pasien, sedangkan untuk kunjungan rawat jalan sebanyak 77.154 pasien. Jumlah tersebut belum ditambah dari pasien luar Muba dan luar Provinsi Sumsel.
"Kita bertahap menuju Rumah Sakit tipe A dengan syarat SDM dan fasilitas memadai. Ini bukan proyek main-main, namun ini proyek yang kedepannya untuk memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat," jelas dia.
Selain penambahan fasilitas, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini juga menegaskan, peningkatan etos kerja para pegawai RSUD Sekayu juga harus dilakukan, dijaga, dan disupport. Sehingga, masyarakat yang ingin berobat dapat merasa nyaman dan tidak perlu mencari Rumah Sakit yang jauh karena pelayanan RSUD Sekayu yang baik.
"Saya targetkan selambat-lambatnya November harus sudah selesai, kita memanfaatkan waktu sedini mungkin dengan awal tahun sudah berjalan pembangunan. Kalau perlu kerja 24 jam dengan catatan mutu dan kualitas tidak dipertaruhkan. Ini karena kita benar-benar butuh," tegas dia.
Sementara, Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS menjelaskan, penambahan dua bangunan gedung empat lantai RSUD Sekayu tersebut meliputi satu bangunan penunjang medis.
"Setiap lantai berbeda peruntukkan yaitu lantai 1 tempat ruang rekam medik dan farmasi. Lalu, lantai 2 tempat laboratorium, lantai 3 tempat administrasi kantor, dan lantai 4 tenpat ruang serbaguna, lobby, lift, tangga akses, dan tangga darurat," tandas dia.











