PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Selain itu kenaikan harga minyak dunia terjadi saat ini didukung oleh kondisi ekonomi AS yang mulai menunjukan pemulihan, di indikasikan dengan membaiknya angka pengangguran Amerika Serikat (AS).
"Sejumlah faktor inilah yang membuat sentimen positif yang mendorong sedikit adanya kenaikan harga karet di bursa global," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Rudi Arpian, Jumat (5/2/2021).
Namun, seberapa lama harga ini bertahan, tidak dapat diprediksi karena sudah lama disinyalir bahwa mekanisme pembentukan harga (price discovery platform) di SICOM tidak sepenuhnya mencerminkan faktor fundamental supply dan demand karet alam dunia
Dia mengakui, stagnannya harga karet Sumatera Selatan belakangan di kisaran Rp 18.000 - Rp 19.000 disebabkan oleh penyakit gugur daun yang menyerang sejumlah titik di Kabupaten.
"Tahun kemarin kita mengalami gugur tahun dan sekarang masih ada sebagian yang masih mengalami gugur tahun tetapi tidak banyak lagi hanya saja kemarin yang mengalami gugur tahun belum pulih inilah sehingga produksinya belum normal, " kata Rudi.
Meski tidak mengetahui pasti jumlah luasan yang masih mengalami gugur daun, Rudi menerangkan penyakit gugur daun masih terasa dampaknya di Kabupaten Muratara, Muara Enim, dan Prabumulih.
Berikut harga lengkap karet Sumsel tertanggal 5 Februari 2021 :
Kondisi Karet Harga Indikasi/Kg
KKK 100% Rp 18.845
KKK 70% Rp 13.192
KKK 60% Rp 11.307
KKK 50% Rp 9.423
KKK 40% Rp 7.538











